Rabu, 3 Juni 2026

Berita Jateng

Seribu Lebih Warga Tegal Derita HIV AIDS, Penularan Banyak dari Komunitas Gay

24 penderita HIV/AIDS menjalani pemantauan dan pelayanan kesehatan di wilayah Kecamatan Dukuhwaru. 

Tayang:
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas
KUNJUNGAN LAPANGAN: Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal saat melakukan kunjungan lapangan (kunlap) ke Puskesmas Dukuhwaru belum lama ini tepatnya pada Jumat (29/5/2026). Dalam kunlap Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal ke Puskesmas Dukuhwaru baru-baru ini, para legislator menerima laporan yang cukup mengejutkan mengenai temuan HIV/AIDS sebanyak 24 kasus. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Dalam kunjungan lapangan (kunlap) yang dilakukan Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal ke Puskesmas Dukuhwaru baru-baru ini, para legislator menerima laporan yang cukup mengejutkan mengenai temuan kasus HIV/AIDS, Jumat (29/5/2026). 


Sesuai data terbaru yang dimiliki puskesmas, tercatat ada 24 penderita HIV/AIDS yang menjalani pemantauan dan pelayanan kesehatan di wilayah Kecamatan Dukuhwaru. 


Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Didi Permana mengaku tercengang ketika mendengar paparan yang disampaikan Kepala Puskesmas Dukuhwaru.


Menurutnya, angka tersebut tidak bisa dianggap remeh karena menunjukkan ancaman HIV/AIDS masih nyata di tengah masyarakat khususnya Kabupaten Tegal. 


"Mendengar laporan dari kepala puskesmas saya kaget karena jumlah penderita HIV/AIDS di wilayah Kecamatan Dukuhwaru mencapai 24 orang. Hal ini tidak bisa dianggap remeh dan perlu antisipasi segera," ungkap Didi Permana, pada Tribunjateng.com. 


Didi menegaskan, pemerintah daerah khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, diminta tidak hanya fokus pada penanganan pasien, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi secara masif kepada masyarakat.

Baca juga: Harga Tiket dan Fasilitas Festival Lampu Lumiland Taman Maskemambag Purwokerto

Belum paham


Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh mengenai bahaya HIV/AIDS, cara penularan, maupun langkah pencegahannya. 


Kurangnya pemahaman tersebut berpotensi memicu peningkatan kasus baru apabila tidak segera diantisipasi.


"Dinas Kesehatan harus segera melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat. Edukasi harus diperluas agar masyarakat mengetahui risiko dan cara pencegahan HIV/AIDS sejak dini," tegasnya. 


Selain persoalan jumlah penderita, Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal juga menemukan adanya kebutuhan mendesak terkait sarana pelayanan kesehatan bagi pasien HIV/AIDS. 


Sesuai laporan yang disampaikan Kepala Puskesmas Dukuhwaru, ruang pemeriksaan khusus pasien HIV/AIDS saat ini sudah tidak lagi representatif untuk memberikan pelayanan yang optimal.


Kondisi tersebut menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Tegal. 


Didi memastikan pihaknya akan mengawal usulan perbaikan fasilitas tersebut agar bisa masuk dalam skala prioritas penganggaran daerah.


"Pelayanan kepada pasien harus tetap mengedepankan kenyamanan, kerahasiaan, dan keamanan. Kami akan mengawal anggarannya supaya bisa segera direalisasikan pemerintah daerah," ujar Didi. 

Baca juga: Harga Tiket dan Fasilitas Festival Lampu Lumiland Taman Maskemambag Purwokerto

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved