Breaking News:

Berita Pendidikan

Hasil Penelitian Profesor Unair: Daun Kelor Bisa Jadi Obat Antikanker Mulut

Hasil penelitian tentang daun kelor sebagai obat antikanker mengantarkan Prof Theresia Indah Budhy Sulisetyawati menjadi guru besar Unair.

Editor: rika irawati
TribunBanyumas.com/Khoirul Muzaki
ILUSTRASI. Warga Desa Pucungbeduk, Banjarnegara, memetik daun kelor yang tumbuh di pekarangan rumah. 

Dia menjelaskan, nanopartikel menjadi material biologis atau sintetik yang mampu menjadi bahan penghantar obat yang ukurannya lebih kecil dari pada mikrosfer dan liposom.

"Nanopartikel mampu menembus ruang-ruang antar sel yang dapat ditembus ukuran koloidal, stabilitas tinggi, terlindung dari degradasi, tolerabilitas yang sangat baik, toksisitas rendah pada hati, dan serangkaian kelebihan lain," jelas dia.

Kelebihan itu, dikatakannya, nantinya mampu mengikat molekul obat dalam jumlah memadai, dengan efisiensi penyerapan yang sangat tinggi.

Dengan kelebihan nanopartikel itu, There menggunakan mekanisme apoptosis yang mendorong eliminasi dan menghilangkan sel-sel yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Dari penelitian itu, ditemukan kematian sel kanker dapat didorong melalui apoptosis dan nekrosis.

Pada konsentrasi 500 μg/ml (mikrogram per mililiter) dan 750 μg/ml banyak terjadi kematian sel kanker secara nekrosis.

Baca juga: Mantan Napiter Dapat Bantuan Usaha di Hari Jadi Kota Tegal, Siap Jualan Kebab NKRI

Baca juga: Pemkab Kendal Musnahkan Hampir 10 Ribu Botol Miras, Hasil Razia dari Pedagang dan Peminum

Baca juga: Jelang Lebaran, Pengamanan dan Pengecekan Prokes di Terminal dan Stasiun di Pemalang Diperketat

Baca juga: Dua Anggota DPRD Banyumas Diperiksa Penyidik Polda Jateng, Terkait Dugaan Penyelewengan Bansos

Namun pada kosentrasi 250 μg/ml banyak ditemukan ekspresi Caspase-3.

Dalam penelitian ini, kematian sel yang disebabkan oleh ekspresi caspase-3 merupakan kunci utama dari apoptosis.

Sehingga dapat disimpulkan, Nanopartikel Moringa Oleifera konsentrasi 250 μg/ml yang berbasis kitosan dapat digunakan sebagai dasar pengembangan terapi kanker di rongga mulut yang lebih aman dan efektif.

"Potensi anti kanker pada nanopartikel terbukti sangat besar, namun ke depannya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan uji ketahanan suatu bahan terapi," ujar perempuan kelahiran Ujung Pandang ini.

Dia berharap, mengingat daun kelor sangat mudah ditemukan maka bisa terealisasi terobosan besar meracik obat anti kanker. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Profesor Unair: Daun Kelor Sebagai Obat Anti Kanker".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved