Breaking News:

Berita Banyumas

Dua Anggota DPRD Banyumas Diperiksa Penyidik Polda Jateng, Terkait Dugaan Penyelewengan Bansos

Sejumlah anggota DPRD Banyumas diperiksa tim penyidik Reskrim Polda Jateng terkait dugaan penyelewengan BPNT.

TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rachmat Imanda saat ditemui di Purwokerto, Sabtu (10/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyumas diperiksa tim penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) Polda Jawa Tengah. Mereka diperiksa terkait dugaan penyelewengan bantuan sosial program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Banyumas.

Selain anggota dewan, pemeriksaan juga dilakukan kepada pegawai Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospermades) Kabupaten Banyumas.

Pemeriksaan dilakukan di Polresta Banyumas, Jumat (9/4/2021).

"Benar, ada pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Reskrim Polda Jateng. Kami hanya ketempatan untuk melakukan pemeriksaan dan semuanya yang melakukan penyelidikan dari pihak Polda Jateng. Mereka hanya menggunakan tempat kami untuk pemeriksaan saksi," kata Kapolresta Banyumas Kombes Pol M Firman L Hakim, saat dikonfirmasi, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Atap Gunungan Roboh di Pasar Manis Purwokerto, Hujan Disertai Angin Kencang di Banyumas

Baca juga: Dishub Banyumas Prediksi Ada 48 Ribu Pemudik Nekat, Ini Kebijakan yang Disiapkan

Baca juga: Arya Saloka Aldebaran Ngapak, Ajak Warga Banyumas Donor Darah: Inyong Wis Donor, Rika Kapan?

Baca juga: Pemkab Banyumas Siapkan 23 Ribu Tes Cepat Antigen bagi Pemudik Lebaran, Biaya Ditanggung Pemudik

Dari infomasi yang dihimpun, ada dua orang dari anggota DPRD Banyumas dan tiga orang dari pegawai Dinsospermades yang diperiksa.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rachmat Imanda juga membenarkan adanya sejumlah anggotanya yang diperiksa penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) Polda Jawa Tengah.

Bahkan, Rachmat mengakui, dirinya ikut diperiksa dalam kasus tersebut.

"Iya, betul (diperiksa)," katanya saat ditanya apakah dirinya juga diperiksa.

Namun, saat ditanya terkait persoalan apa dan berapa pertanyaan yang diajukan penyidik, Rachmat belum bersedia menjelaskan secara detail.

"Nanti, suatu waktu dijelaskan," ungkap dia.

Dari data yang diterima Tribunbanyumas.com, penerima BPNT di Banyumas sekitar 136.135 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang disebar di 331 desa atau kelurahan di 27 Kecamatan.

BPNT di Banyumas sempat menjadi sorotan berbagai pihak karena ada beberapa kejanggalan.

Selain dari masyarakat, ada juga pegiat anti korupsi yang menyoroti kasus tersebut. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Selalu Pakai Masker, Operasi Keselamatan Candi Banjarnegara Juga Menyasar Prokes Transportasi Publik

Baca juga: Tancap Gas Tata Birokrasi, Bupati Kudus: Jangan Jadi Duri dan Punya Kepentingan Pribadi

Baca juga: Masih Dicari, Faslul Amin Hilang Tergulung Ombak saat Mandi di Pinggir Laut Jetis Cilacap

Baca juga: Pendaki Gunung Lawu Asal Demak Harus Dievakuasi, Alami Kram dan Kelelahan saat di Pos 3 Jalur Tambak

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved