Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Pemkab Banyumas Siapkan 23 Ribu Tes Cepat Antigen bagi Pemudik Lebaran, Biaya Ditanggung Pemudik

Mengantisipasi gelombang pemudik saat Lebaran nanti, Bupati Banyumas Achmad Husein menyiapkan 23 ribu tes cepat antigen.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein ditemui di depan gedung DPRD Banyumas, Rabu (7/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Mengantisipasi gelombang pemudik saat Lebaran nanti, Bupati Banyumas Achmad Husein menyiapkan 23 ribu tes cepat antigen.

Bupati juga meminta gugus tugas tingkat RT melakukan pengawasan kepada warganya yang pulang kampung dari perantauan.

Bupati memperkirakan, meski pemerintah melarang mudik Lebaran, ada warga yang nekat pulang kampung.

Ditemui di gedung DPRD Banyumas, Rabu (7/4/2021), Husein mengatakan, tes cepat antigen dilakukan kepada warga yang enggan menjalani karantina yang telah disiapkan pemerintah desa maupun Pemkab.

Baca juga: Tak Perlu ke PN Purwokerto, Warga Banyumas Bisa Urus Keterangan Bebas Pidana di Desa Lewat Eraterang

Baca juga: Larangan Mudik dan Bepergian Tak Efektif Tekan Kasus Covid, Begini Penilaian Epidemiolog Unsoed

Baca juga: Cerita Sopir Bus Dewi Sri di Tegal, Alih Profesi Jadi Tukang Parkir Akibat Kebijakan Larangan Mudik

Baca juga: Tak Terpengaruh Larangan Mudik, Citilink Uji Coba Penerbangan di Bandara JB Soedirman Purbalingga

Biaya tes cepat antigen ini ditanggung penuh oleh warga.

"Tes antigen bisa saja gratis kalau ada surat keterangan tidak mampu dari desa," kata Husein.

Sementara itu, untuk biaya pasti, pihaknya baru akan membahas dengan instansi terkait.

Namun, bupati memberikan gambaran, biaya tes cepat antigen diperkirakan di bawah Rp 100 ribu.

"Biaya pasti belum ditentukan. Beli alatnya sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 55 ribu. Belum untuk tenaga kesehatan, untuk transportasi dan lain-lain. Sekitar Rp 70 ribu, tapi itu kemungkinan," jelasnya.

Bupati juga meminta kepada gugus tugas desa, RT, RW, sebagai pintu gerbang terakhir, meningkatkan penjagaan.

Gugus tugas supaya mengarahkan warga yang nekat mudik untuk menjalani karantina.

"Memang sudah ada larangan, tapi pasti akan ada yang menerobos. Yang nekat itu, secara persuasif diminta karantina di desa atau di GOR Satria yang nanti akan disiapkan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi pemudik, pihaknya juga tetap akan melakukan penyekatan di perbatasan meskipun memang tidak dijaga penuh selama 24 jam setiap hari. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Pandemi Covid-19 Tak Halangi Warga Berdonasi: Bulan Dana PMI 2020 Purbalingga Capai Rp 688 Juta

Baca juga: Pasokan Tersendat, Stok Vaksin Covid di Kudus Tinggal 40 Vial. Hanya Cukup untuk 400 Orang

Baca juga: Tak Hanya HP, Petugas Temukan Wajan dan Kompor di Sel Napi Lapas Pati saat Penggeledahan

Baca juga: 5 Berita Populer: Kata Disdikpora Kudus Soal Vaksinasi Siswa-Ratusan Kru PO Dedy Jaya Dirumahkan

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved