Breaking News:

Berita Banyumas

Dishub Banyumas Prediksi Ada 48 Ribu Pemudik Nekat, Ini Kebijakan yang Disiapkan

Dishub Kabupaten Banyumas memprediksi, ada 48 ribu pemudik masuk Banyumas meski larangan mudik Lebaran diberlakukan.

TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kabid Angkutan dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Hermawan ditemui di Pendopo Si Panji Purwokerto, Jumat (9/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kabid Angkutan dan Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas Hermawan memprediksi, ada 48 ribu pemudik masuk Banyumas meski larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Data perkiraan ini diperoleh berdasarkan libur Natal dan Tahun Baru lalu, saat perjalanan mudik juga dilarang.

"Diperkirakan, masuk itu sekira 48 ribu pemudik. Itu berdasarkan data kemarin waktu Natal dan Tahun baru. Kurang lebih, nantinya ada 19 ribu pemudik per hari," ujarnya di Pendopo Si Panji Purwokerto, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Arya Saloka Aldebaran Ngapak, Ajak Warga Banyumas Donor Darah: Inyong Wis Donor, Rika Kapan?

Baca juga: Pemkab Banyumas Siapkan 23 Ribu Tes Cepat Antigen bagi Pemudik Lebaran, Biaya Ditanggung Pemudik

Baca juga: Tak Perlu ke PN Purwokerto, Warga Banyumas Bisa Urus Keterangan Bebas Pidana di Desa Lewat Eraterang

Baca juga: Warga Cilongok Banyumas Ditemukan Mengambang di Sumur, Pergi Sejak Sepekan dan Tinggalkan Surat

Hermawan mengatakan, pada Lebaran tahun lalu, ada sekira 17.6 persen pemudik yang menggunakan angkutan moda bus.

Kemudian, 13.8 persen menggunakan kereta api, 9.8 persen menggunakan pesawat, 27 persen menggunakan mobil pribadi, dan 5 persen angkutan penyeberangan.

Mengantisipasi hal tersebut, Hermawan mengatakan, telah membuat Tim Reaksi Cepat (TRC) penanganan traffic light mulai dari Simpang Wijahan, Buntu, Rawalo dan Wangon.

"Mulai tahun ini, kami bisa mengatur traffic light dari kantor. Mulai dari Simpang Ajibarang, Karanglo Cipendok, Karanglewas, Kalibogor, Sawangan, Jalan Gerilya Purwokerto, Sangkalputung, Simpang Linggamas dan Simpang Klenteng Sokaraja. Jika ada kepadatan, traffic light akan kami hijaukan," ucapnya.

Hermawan mengatakan, saat edaran resmi terkait larangan operasi angkutan umum sudah dikeluarkan, dipastikan tidak akan ada moda transportasi yang beroperasi.

Masyarakat yang dapat mudik atau ke luar kota, hanya mereka yang mempunyai ketentuan khusus, misalnya ada tugas khusus atau sakit.

Baca juga: Bupati Purbalingga Bentuk FLP Beranggotakan 11 Tokoh, Tugasnya Beri Masukan dan Awasi Kebijakan

Baca juga: Insentif Guru Madin Dicairkan Lewat Kartu Blora Mengaji, Bupati: Nanti Kami Usulkan Naik Rp 1 Juta

Baca juga: Jelang Ramadan, Warga Pekalongan Ramai-ramai Cuci Karpet Masjid. Tradisi Menambah Keakraban Warga

Baca juga: Hujan Es Guyur Banjarharjo Brebes, Begini Penjelasan BMKG: Berpotensi Terjadi di Tegal Juga

Masyarakat umum yang ingin keluar kota juga wajib membawa surat pengantar dari lurah.

"Hati-hati bagi lurah, jika ada warganya yang minta surat tugas, harus teliti, harus dipastikan keperluannya," ungkapnya.

Salah satu yang menjadi permasalahan di Banyumas adalah menjadi titik pertemuan antar kabupaten.

Ia menyampaikan, yang menjadi perhatian saat arus mudik nanti adalah kepadatan di masjid, tempat wisata, dan pusat kuliner. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved