Breaking News:

Berita Semarang

Kasus Covid di Kota Semarang Naik Pascalibur Paskah, Didominasi Usia Produktif Bermobilitas Tinggi

Kasus Covid-19 di Kota Semarang mengalami kenaikan pascalibur panjang akhir pekan Hari Paskah, 2-4 April.

TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam ditemui di Semarang, Kamis (14/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kasus Covid-19 di Kota Semarang mengalami kenaikan pascalibur panjang akhir pekan Hari Paskah, 2-4 April.

Pada 1 April lalu, kasus Covid-19 di Kota Semarang berada di angka 296 kasus, dengan rincian, 205 kasus merupakan warga Semarang dan 91 kasus adalah warga luar kota.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam mengatakan, pekan ini, kasus Covid-19 di Kota Semarang mengalami kenaikan.

Menurutnya, jumlah kumulatif kasus Covid-19 saat ini, rata-rata di angka 300-an kasus.

"Pekan ini, sedikit ada kenaikan kasus karena pekan kemarin long weekend. Kasus rata-rata di angka 300-an tapi mortalitinya masih harus kita tekan lagi," papar Hakam, Minggu (11/4/2021).

Baca juga: Tanpa Arak-arakan, Pembukaan Dugderan Sambut Ramadan di Kota Semarang Dimeriahkan Pentas Drama

Baca juga: Satpol PP Kota Semarang Oprak Judi Togel Jelang Ramadan, Meja dan Catatan Rekapitulasi Nomor Dikukut

Baca juga: Pemkot Semarang Bangun 6 Embung Resapan di Muktiharjo Kidul, Ini Manfaatnya saat Hujan

Baca juga: Pekerja Serabutan Ini Sasar Konsumen Remaja, Jual Pil Kuning di Genuk Semarang

Dia menyebutkan, sebelum libur panjang pekan lalu, temuan kasus baru di tempat isolasi rumah dinas Wali Kota Semarang berada di kisaran 10-15 orang per hari.

Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh, rata-rata 30 orang per hari.

Pasca libur panjang, pasien yang dinyatakan sembuh masih berada di kisaran angka yang sama namun temuan kasus baru meningkat menjadi rata-rata 25 orang per hari.

Menurut Hakam, dari protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tnagan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas), hal yang paling dominan menjadi penyebab penularan saat long weekend adalah mobilitas yang tinggi.

Mayoritas, warga yang dikarantina di rumah dinas, berasal dari kalangan usia produktif yang memiliki mobilitas tinggi.

Baca juga: Gerebek Lokasi Penambangan Ilegal di Brokoh Batang, Tim ESDM Jateng Hanya Dapati 4 Ekskavator

Baca juga: 198 Peserta Ikuti Kontes Ikan Cupang di Kudus, Perebutkan Uang dan Tropi di 9 Kategori

Baca juga: Mudik Lebaran Dilarang, Petugas Gabungan Bakal Pantau 85 Titik Penyekatan di Perbatasan Jateng

Baca juga: Ulama Purbalingga Beri 8 Rekomendasi Hasil Halaqah ke Bupati, di Antaranya Pembatasan Tempat Hiburan

Sejauh ini, klaster masih didominasi oleh klaster keluarga, dimana satu keluarga bisa mencapai 4-5 anggota yang terpapar Covid-19.

Sementara, sebaran tertinggi kasus Covid-19 berada di enam kecamatan, yakni Pedurungan, Tembalang, Banyumanik, Semarang Barat, Semarang Utara, dan Ngaliyan.

"Pastinya, mobilitasnya tinggi. Satu keluarga bisa 4-5 orang yang kena," ujarnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved