Berita Semarang
Pemkot Semarang Bangun 6 Embung Resapan di Muktiharjo Kidul, Ini Manfaatnya saat Hujan
Pemerintah Kota Semarang berencana membuat enam embung resapan guna mengurangi dampak banjir.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang berencana membuat enam embung resapan guna mengatasi banjir. Rencananya, enam embung itu dibangun di Kelurahan Muktiharjo Kidul.
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang kini tengah fokus mematangkan rencana ini.
Kasi Pengendalian dan Pemanfaatan Konservasi SDA DPU Kota Semarang Dani Dwi Tjahjono mengatakan, Muktiharjo Kidul dipilih lantaran mengalami dampak terparah saat banjir, Februari lalu.
Saat itu, banjir di sejumlah wilayah di Kota Semarang mulai surut namun genangan air di Muktiharjo Kidul masih tinggi, sekitar 50 sentimeter.
Dani menyebutkan, ada delapan embung yang rencananya dibuat di Muktiharjo Kidul.
Saat ini, dua embung sudah dibangun, lengkap dengan pagar di sekelilingnya, serta pompa pengurasan.
Baca juga: Menuju Porprov Jateng 2022, 350 Atlet KONI Kota Semarang Mulai Jalani Tes Fisik
Baca juga: Organisasi Kepemudaan di Kota Semarang Tolak Aksi Terorisme, Pernyataan Sikap Disampikan di DPRD
Baca juga: Banjir Masih Tinggi, Jenazah Warga Trimulyo Semarang Dibawa Pakai Perahu Karet Menuju TPU
Baca juga: Catatan Sejarah Banjir Bandang di Kota Semarang: Terparah Tahun 1990, Ketinggian Air Hampir 10 Meter
Dua embung ini nantinya menjadi embung utama. Sedangkan, enam embung yang akan dibangun, menjadi embung resapan.
"Embung resapan itu seperti kolam retensi yang hanya dikeruk, dibuat tanggul di sekelilingnya untuk menampung air," terang Dani, Kamis (8/4/2021).
Dia menjelaskan, pembangunan embung yang sempurna membutuhkan anggaran miliaran rupiah. Padahal, anggaran yang dimiliki pemerintah terbatas karena difokuskan untuk penanganan Covid-19.
Pihaknya pun akhirnya merencanakan pembuatan embung resapan. Menurutnya, anggaran pembuatan embung resapan bisa ditekan seminimal mungkin lantaran hanya membutuhkan alat berat, BBM, serta dump truck untuk mengangkut lumpur.
"Jadi, pembuatan embung resapan tidak dianggarkan secara khusus, masuk anggaran swakelola," katanya.
Lebih lanjut, Dani menuturkan, embung resapan dibuat di tanah milik negara dengan ukuran beragam.
Fungsi embung ini untuk menampung air kemudian diresapkan ke dalam tanah.
Setiap saluran di lingkungan warga terhubung ke embung resapan. Sehingga, saat hujan lebat, air dapat ditampung di embung sehingga tidak menggenang di jalan maupun lingkungan.
Baca juga: Diharapkan Jadi Pengusaha Tempe, Warga Binaan Lapas Banjarnegara Dapat Pelatihan dari Baznas
Baca juga: Perbaikan Akibat Puting Beliung Masih Dilakukan, Sanggaluri Park Dibuka Lagi untuk Umum Pekan Depan
Baca juga: Siap-siap, Subsidi bagi 15,2 Juta Pelanggan Listrik 450 VA Bakal Dicabut. Mulai 2022 Tarif Juga Naik
Baca juga: BPBD Kabupaten Semarang Libatkan Difabel dalam Mitigasi Bencana: Biar Siap saat Terjadi Bencana
Embung resapan juga akan terkoneksi dengan embung utama.