Breaking News:

Berita Semarang

Pemkot Semarang Bangun 6 Embung Resapan di Muktiharjo Kidul, Ini Manfaatnya saat Hujan

Pemerintah Kota Semarang berencana membuat enam embung resapan guna mengurangi dampak banjir.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Pekerjaan pembuatan embung di wilayah Muktiharjo Kidul terus dikebut DPU Kota Semarang, Kamis (8/4/2021). Tahun ini, Pemkot Semarang menargetkan bisa membuat enam embung resapan guna mengurangi dampak banjir di wilayah tersebut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang berencana membuat enam embung resapan guna mengatasi banjir. Rencananya, enam embung itu dibangun di Kelurahan Muktiharjo Kidul.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang kini tengah fokus mematangkan rencana ini.

Kasi Pengendalian dan Pemanfaatan Konservasi SDA DPU Kota Semarang Dani Dwi Tjahjono mengatakan, Muktiharjo Kidul dipilih lantaran mengalami dampak terparah saat banjir, Februari lalu.

Saat itu, banjir di sejumlah wilayah di Kota Semarang mulai surut namun genangan air di Muktiharjo Kidul masih tinggi, sekitar 50 sentimeter.

Dani menyebutkan, ada delapan embung yang rencananya dibuat di Muktiharjo Kidul.

Saat ini, dua embung sudah dibangun, lengkap dengan pagar di sekelilingnya, serta pompa pengurasan.

Baca juga: Menuju Porprov Jateng 2022, 350 Atlet KONI Kota Semarang Mulai Jalani Tes Fisik

Baca juga: Organisasi Kepemudaan di Kota Semarang Tolak Aksi Terorisme, Pernyataan Sikap Disampikan di DPRD

Baca juga: Banjir Masih Tinggi, Jenazah Warga Trimulyo Semarang Dibawa Pakai Perahu Karet Menuju TPU

Baca juga: Catatan Sejarah Banjir Bandang di Kota Semarang: Terparah Tahun 1990, Ketinggian Air Hampir 10 Meter

Dua embung ini nantinya menjadi embung utama. Sedangkan, enam embung yang akan dibangun, menjadi embung resapan.

"Embung resapan itu seperti kolam retensi yang hanya dikeruk, dibuat tanggul di sekelilingnya untuk menampung air," terang Dani, Kamis (8/4/2021).

Dia menjelaskan, pembangunan embung yang sempurna membutuhkan anggaran miliaran rupiah. Padahal, anggaran yang dimiliki pemerintah terbatas karena difokuskan untuk penanganan Covid-19.

Pihaknya pun akhirnya merencanakan pembuatan embung resapan. Menurutnya, anggaran pembuatan embung resapan bisa ditekan seminimal mungkin lantaran hanya membutuhkan alat berat, BBM, serta dump truck untuk mengangkut lumpur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved