Breaking News:

Berita Semarang

Catatan Sejarah Banjir Bandang di Kota Semarang: Terparah Tahun 1990, Ketinggian Air Hampir 10 Meter

Banjir bandang beberapa kali melanda Kota Semarang. Tak hanya menggenangi permukiman, banjir juga membuat sejumlah nyawa melayang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Iwan Arifianto
Koordinator Pintu Air Bendung Simongan, Bayu Wanapati, menunjukan Monumen Banjir Bandang Semarang yang mencatat peristiwa banjir bandang di Kota Semarang, Rabu (3/3/2021). Saat ini, monumen tersebut mulai kusam dan warna angka-angkanya pudar. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Banjir bandang beberapa kali melanda Kota Semarang. Tak hanya menggenangi permukiman, banjir juga membuat sejumlah nyawa melayang.

Sejarah mencatat, sejak tahun 1922, terjadi lima kali banjir bandang di Kota Lumpia.

Ini terlihat dari catatan Monumen Bajir yang ada di sisi timur pintu air Bendung Simongan atau bendungan Pleret.

Bendungan ini menjadi pembatas antara Kaligarang dan Kali Semarang.

Monumen tersebut cukup sederhana, berupa grafik deretan garis-garis merah dengan angka yang menunjukkan tanggal kejadian serta ketinggian banjir.

Baca juga: Hakim PN Semarang Dilaporkan ke Bawas MA. Putusan Terkait Permohonan Pailit Jadi Pemicu

Baca juga: Septian David Maulana Dikabarkan Merapat ke Persib Bandung, CEO PSIS Semarang: Itu Gosip

Baca juga: Pura-pura Jadi Polisi, 2 Warga Semarang Gondol HP dan Emas Remaja di Pelabuhan Kaliwungu Kendal

Baca juga: Banyak Perempuan Jadi Korban Cyber Stalking, Ini Saran Penanganan Menurut LBH Apik Semarang

Namun, beberapa warna dari angka-angka yang dicetak tersebut mulai pudar, seperti ingatan warga yang mulai menghilang tentang banjir bandang.

Koordinator Pintu Air Bendung Simongan, Bayu Wanapati menuturkan, angka yang masih terlihat hanya dua kejadian banjir yaitu "10.1.1963" dan "28.3.1922".

"Itu saja yang masih terlihat. Angka lainya sudah hilang," paparnya, Rabu (3/3/2021).

Dia mengatakan, tak tahu pasti kapan penanda monumen banjir bandang Kota Semarang dibuat.

Namun, dia memahami betul arti setiap angka di monumen tersebut lantaran hafal sejarah banjir bandang di Kota Semarang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved