Mudik Lebaran 2021
Pemkab Kudus Tak Akan Tolak Pemudik, Siapkan Tempat Karantina Terpusat di Rusunawa Bakalan Krapyak
Pemkab Kudus bakal menyiapkan tempat karantina terpusat untuk menampung pemudik meski larangan mudik dikeluarkan pemerintah pusat.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bakal menyiapkan tempat karantina terpusat untuk menampung pemudik meski larangan mudik dikeluarkan pemerintah pusat.
Pemkab Kudus sendiri tidak secara tegas melarang pemudik pemudik yang akan masuk dan pulang bertemu keluarganya di Kudus.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, telah mempersiapkan kembali tempat-tempat karantina, misalnya Rusunawa Bakalan Krapyak.
"Kami, nanti akan mempersiapkan lokasi karantina untuk mencegah lonjakan (kasus Covid-19 dari) pemudik karena yang namanya kangen keluarga, kasihan juga," ucap dia, Selasa (30/3/2021).
Baca juga: 11 Rumah di Gulang Kudus Rusak Diterjang Lesus, Mayoritas Bagian Atap
Baca juga: 75% Pengusaha Bus Terdampak Pandemi, Pemilik PO Haryanto Minta Larangan Mudik Ditinjau Ulang
Baca juga: Dana Aspirasi Dewan hingga TPP ASN di Kudus Dipangkas hingga Rp 16,8 Miliar, Ini Tujuannya
Baca juga: Pemerintah Larang Mudik Lebaran, Plt Bupati Kudus: Silaturahim Bisa Lewat Video Call
Selain itu, pihaknya juga meminta RT dan RW memperketat pengawasan kepada warga yang datang atau pulang dari perantauan.
Koordinasi dengan semua unsur terkait juga akan ditingkatkan. Dengan begitu, skrining para pemudik bisa dilakukan secara baik.
Hartopo juga akan melakukan pengawasan di area perbatasan dan melakukan skrining massal secara acak, kepada pelaku perjalanan yang menggunakan angkutan umum.
"Pengguna kendaraan pribadi juga akan coba kami skrining secara acak," jelasnya.
Sebelumnya, pemerintah kembali memutuskan larangan mudik pada masyarakat di Lebaran tahun ini.
Alasannya, pemerintah ingin menjaga tren penurunan kasus Covid-19 yang sedang terjadi di Indonesia.
Selama bulan Ramadan, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus juga akan melaksanakan vaksinasi pada sejumlah kelompok sasaran di Kabupaten Kudus.
"Vaksinasi tetap jalan. Untuk saat ini, masih kami siapkan prosedurnya," ucap Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dr Andini Aridewi.
Baca juga: Dituding Tak Bisa Tanggung Jawab, Wartawan Dilarang Liput Vaksinasi Massal di GOR Satria Purwokerto
Baca juga: Sekolah Tatap Muka Dibuka Mulai Juli, Begini Aturannya saat Ada Siswa yang Positif Covid-19
Baca juga: Uang Senilai Rp 3,3 Miliar Ditemukan di Rumah Makelar Jual Beli Motor, Ternyata Uang Palsu
Baca juga: Hampir 4 Bulan Dicari, Rekaman Percakapan di Kokpit Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Akhirnya Ditemukan
Pihaknya berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), yakni terkait proses pelaksanaan vaksinasi pada pagi hari, tidak membatalkan puasa.
"Jadi, bisa saja, kami lakukan pagi atau siang," ungkapnya.
Saat ini, pihaknya masih menunggu alokasi vaksin untuk menyasar kelompok sasaran berikutnya. Sebelumnya, alokasi vaksin yang diterima disuntikkan kepada kelompok guru untuk persiapan sekolah tatap muka.