Breaking News:

Berita Kriminal

Uang Senilai Rp 3,3 Miliar Ditemukan di Rumah Makelar Jual Beli Motor, Ternyata Uang Palsu

Polisi menangkap MA (55), warga Desa Girik, Kecamatan Ngimbang, Lamongan, atas dugaan penipuan dengan modus penggandaan uang.

Tribunnews.com
Ilustrasi uang palsu (upal). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, LAMONGAN - Polisi menangkap MA (55), warga Desa Girik, Kecamatan Ngimbang, Lamongan, atas dugaan penipuan dengan modus penggandaan uang.

Saat digeledah, polisi menemukan uang palsu senilai Rp 3,3 miliar yang terdiri dari pecahan Rp 100.000.

Sehari-hari, MA bekerja sebagai makelar jual beli motor bekas.

Kepada polisi, MA mengaku mendapatkan uang palsu secara online yang dikirim lewat jasa ekspedisi.

"Untuk setiap 1 miliar (uang palsu), saya beli seharga Rp 700.000," ucap MA.

Baca juga: Video Pemotor Terlindas Truk di Jalur Pantura Lamongan Viral di Media Sosial, Begini Kronologinya

Baca juga: Calon Wakil Bupati Lamongan Positif Covid-19, Yuhronur Terpaksa Tampil Sendiri di Debat Pilkada

Baca juga: Warga Juwana Pati Beli Uang Palsu Lewat Media Sosial, Dibelanjakan untuk Membayar HP

Baca juga: Modus Bisa Gandakan Uang, Pedagang Sayur Ini Kelabui Warga Kranggan Temanggung, Pakai Ritual Gaib

Dari pengakuan tersangka dan penelusuran yang sudah dilakukan polisi, uang palsu itu belum beredar di wilayah Lamongan dan sekitarnya.

Sempat kembalikan uang korban

Dalam kasus itu, ada tiga korban MA, yakni DS (46), DWN (44), dan S (46) warga Mojokerto.

DS menyerahkan uang Rp 65 juta sementara DWN menyerahkan uang Rp 35 juta.

Sedangkan S, adalah korban yang paling banyak mengeluarkan uang, yakni Rp 107 juta.

Halaman
123
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved