Breaking News:

Berita Pati

Warga Juwana Pati Beli Uang Palsu Lewat Media Sosial, Dibelanjakan untuk Membayar HP

Seorang pria berinisial AW, warga Juwana, ditangkap polisi setelah berbelanja smartphone menggunakan uang palsu.

TRIBUNBANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Kasat Reskrim Polres Pati AKP Ghala Rimba Doa Sirrang menunjukkan uang palsu yang digunakan AW untuk membeli ponsel pintar, dalam konferensi pers di Mapolres Pati, Jumat (26/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Seorang pria berinisial AW, warga Juwana, ditangkap polisi setelah berbelanja smartphone menggunakan uang palsu.

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Ghala Rimba Doa Sirrang mengatakan, AW membeli telepon pintar pada Senin (22/3/2021) lalu.

"Dia COD (Cash on Delivery) beli HP, janjian bertemu dengan korban berinisial R di SPBU Gemeces, Desa Sarirejo (Pati)," ungkap dia dalam konferensi pers di Mapolres Pati, Jumat (26/3/2021).

Setelah transaksi, ketika R pulang ke rumah, dia baru sadar bahwa AW mencampur uang asli dengan uang palsu dalam pembayaran.

"Jumlah uang palsu 42 lembar, pecahan Rp 50 ribu. Jadi, ada Rp 2,1 juta. Sementara, harga HP Rp 4,8 juta," papar AKP Ghala.

Baca juga: Tak Terima Keponakannya Diajak Kencan Tanpa Izin, Tiga Pria di Pati Ini Keroyok Pukuli Agus

Baca juga: 38 Calon Kades di Pati Berebut Suara dengan Anggota Keluarga, Bupati: Tahapan Tetap Sesuai Aturan

Baca juga: DPRD Kabupaten Pati Godok Raperda Penyandang Disabilitas, Wisnu: Masih Tahap Public Hearing

Baca juga: 12 Pemain PSG Pati Mulai Diperkenalkan, Bernadus Afner Kidup Dikontrak Dua Musim

Menurut dia, sebetulnya, kondisi fisik uang palsu yang digunakan AW sangat jauh berbeda dari uang asli. Nomor seri uang palsu tersebut sama semua dan tidak ada hologram.

Kepada polisi, AW mengaku membeli uang palsu tersebut seharga Rp 50 ribu untuk setiap empat lembarnya.

"Sejak akhir 2020, dia sudah cari info penjual uang palsu di media sosial. Dia dapat akun yang nomor kontaknya sudah dia simpan," jelas AKP Ghala.

Kapolres mengatakan, AW dijerat Pasal 36 ayat 3 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang.

"Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 50 miliar," ujar dia. (*)

Baca juga: Harga Cabai Rawit Berangsur Turun di Karanganyar, Kini Rp 90 Ribu per Kilogram

Baca juga: Perdana Hari Ini, Mobil Dinas Bupati Kebumen Dipakai Jadi Kendaraan Pengantin

Baca juga: Tiga Bulan Ini Guru Honorer Belum Gajian, Disdikbud Karanganyar: Masih Proses, Cairnya Awal April

Baca juga: Warga Dilarang Mudik Tahun Ini, Respon Wali Kota Tegal: Kami Dukung Arahan Pusat

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved