Berita Jawa Tengah

Tiga Bulan Ini Guru Honorer Belum Gajian, Disdikbud Karanganyar: Masih Proses, Cairnya Awal April

Gaji guru honorer di Kabupaten Karanganyar yang ditanggung Pemkab belum dibayarkan sejak awal tahun hingga bulan ini. 

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Kepala Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Tarsa. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Kepala Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Tarsa memperkirakan gaji guru honorer cair pada awal April 2021. 

Seperti diketahui bersama, gaji guru honorer di Kabupaten Karanganyar yang ditanggung Pemkab belum dibayarkan sejak awal tahun hingga bulan ini. 

Tarsa menyampaikan, saat ini gaji honorer sedang proses pencairan.

Baca juga: Museum Dayu Karanganyar Diperkirakan Mulai Beroperasi April 2021, Pekan Depan Dibahas

Baca juga: Bulog Telah Serap 70 Ton Gabah Petani Karanganyar, Kehadiran Tengkulak Disebut Jadi Kendala

Baca juga: Lebaran Tahun Ini Dilarang Mudik, Begini Tanggapan Paguyuban Warga Perantau Asal Karanganyar

Baca juga: Agus Bereng Divonis Sebulan Penjara, Kasus Dugaan Kekerasan Terhadap Anak di Karanganyar

Mengingat dinas baru mendapatkan kepastian anggaran untuk gaji guru honorer tidak terkena refocusing pada bulan ini.

Total alokasi gaji guru honorer selama setahun senilai Rp 27 miliar.

"Gaji honorer baru proses."

"Baru ada kepastian tidak kena refocusing pada Maret ini."

"Kami akan lakukan pendataan kembali karena ada yang sudah PNS dan PPPK," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (27/3/2021). 

Sebenarnya dinas menargetkan gaji guru honorer dapat disalurkan pada Maret ini.

Akan tetapi proses pencairannya panjang karena harus melalui beberapa persyaratan administrasi.  

Dia menuturkan, sudah berkomunikasi dengan para guru melalui kepala sekolah.

Lanjutnya, jumlah guru honorer baik jenjang SD dan SMP yang dibiayai pemerintah daerah ada sekira 1.100 orang.

"Nanti dirapel tiga bulan (Januari hingga Maret 2021)," ungkap Tarsa

Sebelumnya, guru kelas SD di Jumantono, Bunga mengatakan, tidak begitu mempermasalahkan adanya keterlambatan pembayaran gaji.

Mengingat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia memiliki usaha sampingan melayani jasa rias pengantin. 

Dia menuturkan, telah mengajar sejak 2017 dan kini sudah berstatus sebagai Guru Tidak Tetap (GTT). (Agus Iswadi)

Baca juga: Kamera CCTV Tangkap Empat Pelanggar Lalu Lintas di Blora, Hari Pertama Penerapan ETLE

Baca juga: Danny Bersujud Syukur, Motornya Kini Telah Kembali, Sempat Hilang Dicuri di Tembalang Semarang

Baca juga: Durotul Sulap Kluwih Jadi Tiga Produk Makanan Bernilai Jual Tinggi, Khasnya Kaliyoso Kendal

Baca juga: Sepekan Ini di Pemalang, Tiga Bandar Judi Togel Diringkus Polisi, Kapolres: Kami Pasti Berantas

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved