Berita Kriminal

Mahasiswa di Tasikmalaya Gelapkan 52 Mobil Rental dalam Setahun, Dijual Hingga Madiun

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Tasikmalaya menangkap seorang mahasiswa berinisial RS, warga Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.

Editor: rika irawati
Shutterstock
Ilustrasi tersangka ditahan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TASIKMALAYA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Tasikmalaya menangkap seorang mahasiswa berinisial RS, warga Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. RS ditangkap dalam kasus penggelapan 52 mobil rental.

Kasus tersebut dilakukan RS dalam setahun. Modus yang digunakan, menyewa lebih dari sehari dan ujungnya menjual atau menggadaikan mobil sewaan tersebut ke orang lain.

Bahkan, mobil sewaan yang digelapkannya tak hanya ditawarkan di wilayah Jawa Barat tetapi sampai ke pembeli di Madiun, Jawa Timur.

"Kami berhasil mengungkap kasus penggelapan kendaraan roda empat oleh pemuda berstatus mahasiswa asal Tasikmalaya. Pelaku sudah melakukan aksinya 52 kali dengan 52 mobil, yang modus awal sebagai penyewa dalam waktu lama dan akhirnya mobil dijual atau digadaikan ke orang lain," jelas Kepala Polresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan, saat konferensi pers di kantornya, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Hanya 42 Hari, Deni Ramdhani Sagara Jabat Wakil Bupati Tasikmalaya Tersingkat

Baca juga: 2 Murid di Tasikmalaya Tertular Covid, Berawal dari Guru Bergejala Batuk Pilek Nekat Masuk Sekolah

Baca juga: Anggota Polresta Banyumas Dicokok Polisi, Dilaporkan Gadaikan Mobil Rental

Baca juga: Tak Kapok, Residivis Penggelapan Mobil Rental asal Purbalingga Gondol Mobil Warga Sokaraja Banyumas

Doni menambahkan, pelaku berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Magetan, Jawa Timur.

Selama ini, pelaku sering berpindah-pindah tempat karena modusnya menyewa mobil atas dasar kepercayaan para pemilik rental.

Dari 52 unit mobil yang digelapkan pelaku, telah diamankan 38 kendaraan dari beberapa daerah yang telah digadaikan dan sebagian dijual pelaku.

"Kami pun terakhir mengamankan sembilan unit kendaraan dari berbagai daerah. Sisanya, lima mobil masih dalam pencarian," tambah Doni.

Sesuai keterangan para korban, lanjut Doni, selama satu atau dua bulan pertama, pelaku masih bisa membayar sewa mobil kepada para pemilik.

Namun, para pemilik curiga, mobilnya digelapkan seusai pelaku kabur dan tak pernah membayar sewa mobil rental.

"Dari sana, pelaku dilaporkan dan dilakukan penyelidikan sampai akhirnya terungkap, selama ini sudah membawa 52 mobil sewaan untuk dijual dan digadaikan ke orang lain di berbagai daerah. Uang hasil penipuan ini dipakai keperluan pribadi pelaku," ungkapnya.

Baca juga: Sah, Pemerintah Larang Mudik Lebaran. Cuti Idulfitri Hanya 1 Hari

Baca juga: 5 Berita Populer: Lima Tahanan Polres Purbalingga Kabur-Kades di Pekalongan Dilaporkan Ingkar Nikahi

Baca juga: Pencuri Bobol Konter HP di Ungaran Kabupaten Semarang, Gondol 5 Power Bank dan Uang Rp 20 Ribu

Baca juga: 4 Arca di Pekalongan Terbengkalai, Komunitas Kobuira Surati Pemkab

Kini, pelaku sudah mendekam di sel tahanan Polresta Tasikmalaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku dikenakan Pasal 372 atau 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

"Tuntutannya 4 tahun penjara," ujar dia.

Dengan pengungkapan kasus ini, Doni berharap kepada masyarakat untuk selalu waspada penipuan kepemilikan kendaraan.

Pihaknya meminta masyarakat tak segan-segan melaporkan kejadian yang dialami kepada Kepolisian.

"Kami imbau, jika ada masyarakat yang jadi korban penipuan kepemilikan kendaraan supaya tak segan-segan segera laporkan kepada kami. Juga, kepada korban pelaku ini telah diamankan 9 kendaraan di Markas kami, silahkan datang untuk membawa kendaraannya," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mahasiswa Tasikmalaya Gelapkan 52 Mobil Rental dalam Setahun, Ini Duduk Perkaranya".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved