Breaking News:

Berita Pekalongan

4 Arca di Pekalongan Terbengkalai, Komunitas Kobuira Surati Pemkab

Komunitas Kobuira Pekalongan dan Pekalongan Heritage Community menyoroti terbengkalai dan tak terurusnya empat arca di Pekalongan.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Anggota Komunitas Kobuira Pekalongan menelusuri keberadaan arca di gedung eks Bakorwil Pekalongan, belum lama ini. Arca tersebut dalam kondisi terjungkal dan sebagian tubuh arca tertanam tanah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Komunitas Kobuira Pekalongan dan Pekalongan Heritage Community menyurati Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan. Mereka menyoroti terbengkalai dan tak terurusnya empat arca di Pekalongan.

Resnu Bachar, pegiat arkeologi sekaligus Ketua Divisi Sejarah dan Cagar Budaya Komunitas Kobuira Pekalongan menceritakan, keberadaan empat arca tersebut diketahui berkat penelusuran yang dilakukan Kobuira.

Penelusuran dilakukan usai mendapati foto jepretan Isodore van Kinsbergen tahun 1863.

"Isodore adalah fotografer pertama yang memotret Candi Borobudur. Selain itu, penelusuranya juga berangkat dari laporan J.F.G Brummund tahun 1868 dan laporan Pusat Penelitian Arkeologi Indonesia tahun 1977-1978, jelasnya saat dihubungi, Kamis (25/3/2021).

"Foto dan laporan-laporan tersebut menginformasikan keberadaan benda purbakala di Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Kendal. Jadi, ini bukan tergolong temuan baru," imbuhnya.

Baca juga: Ingkar Menikahi dan Dugaan Melakukan Kekerasan, Kades di Paninggaran Pekalongan Dilaporkan ke Polisi

Baca juga: Gudang Bulog Pekalongan Masih Simpan 2000 Ton Beras dari Thailand dan Vietnam, Diimpor Tahun 2018

Baca juga: Petani di Kandangserang Pekalongan Tewas Kesetrum, Diduga Jerami yang Disunggi Sentuh Kabel Listrik

Baca juga: 65.312 Lansia di Kabupaten Pekalongan Bakal Terima Vaksinasi Covid-19, Baru Terlaksana 1.600 Orang

Ia menceritakan, hasil penelusuran Kobuira sejak 2017 diketahui, satu di antara empat arca tersebut ada gedung eks Bakorwil sementara tiga arca lain ada di eks rumah Residen Pekalongan.

"Jumlah total sebenarnya ada 22 arca. Namun, sebagian sudah dibawa ke Museum Nasional dan Ronggowarsito," ucapnya.

Resnu mengungkapkan, keempat arca tersebut yakni 2 arca ganesha, 1 Durga Mahisasuramardini, dan 1 fragmen arca yang belum teridentifikasi.

Namun, dari langgam dan gaya, dugaan sementara, arca-arca itu berasal dari Dieng.

"Tetapi belum ada yang menguatkan pendapat ini," ungkapnya.

Ia menyebut, kondisi keempat arca tersebut kini memprihatinkan.

Arca di gedung eks Bakorwil terjungkal dan sebagian tubuh arca tertanam tanah.

"Dua arca lain di eks rumah Residen sudah dipernis. Berdasarkan informasi dari orang-orang di Eks Bakorwil, keempat arca tersebut dahulu berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Karena sebelum ada Kota Pekalongan, wilayah ini masuk administrasi Kabupaten Pekalongan," jelasnya.

Baca juga: Harga Emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Semarang Pagi Ini, 26 Maret 2021 Rp 925.000 Per Gram

Baca juga: Orangtua Murid di Pemalang Protes, Pembelajaran Tatap Muka Batal padahal Objek Wisata Boleh Buka

Baca juga: Lima Tahanan Polres Purbalingga Kabur Lewat Tembok Kamar Mandi, Diburu hingga Wilayah Tetangga

Sementara itu, Kepala Seksi Sejarah, Nilai Tradisi, Museum, dan Purbakala Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Camito mengatakan, pihaknya kini sedang menindaklanjuti temuan tersebut.

"Surat pengambilalihan sudah sampai ke Setda. Nanti kalau sudah turun ke kami, surat itu kami bawa ke Pemerintah Kota Pekalongan untuk menyelamatkan dan membawa arca-arca itu ke Kabupaten Pekalongan," katanya. (Indra Dwi Purnomo)

Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved