Selasa, 28 April 2026

Berita Nasional

Gudang Bulog Pekalongan Masih Simpan 2000 Ton Beras dari Thailand dan Vietnam, Diimpor Tahun 2018

Bahkan, sedikitnya, 2.000 ton beras yang disimpan merupakan hasil impor dari Thailand, Vietnam, dan India, pada tahun 2018.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Ilustrasi. Pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Jawa Tengah, Senin (21/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Di tengah wacana pemerintah akan melakukan impor 1 juta ton beras, persediaan beras di gudang Bulog Cabang Pekalongan menumpuk.

Bahkan, sedikitnya, 2.000 ton beras yang disimpan merupakan hasil impor dari Thailand, Vietnam, dan India, pada tahun 2018.

"Sisa stok luar negeri eks impor tahun 2018, kurang lebih 2.000 ton. Asalnya dari Vietnam, Thailand, dan India," kata Kepala Bulog Cabang Pekalongan Heriswan, di Gudang Bulog Munjung Agung, Kabupaten Tegal, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Ini Kata Petani di Kota Tegal Terkait Rencana Pemerintah Mengimpor 1 Juta Ton Beras

Baca juga: Petani di Kaligangsa Tegal Alami Gagal Panen, Carsadi: Tanaman Padi Banyak yang Terendam Air

Baca juga: Tilang Elektronik Mulai Diterapkan Selasa 23 Maret 2021, Begini Sistem Kerjanya di Kota Tegal

Baca juga: Uji Coba KBM Tatap Muka Digelar April 2021, Disdikbud Kota Tegal: Cuma Satu Sekolah Tiap Tingkatan

Heriswan menyebut, 2.000 ton beras impor disimpan di Gudang Munjung Agung dan Kedung Kelor Kabupaten Tegal, serta Gudang Cimohong Brebes.

Untuk beras impor asal India, saat ini sekitar 1000 ton, beras Vietnam 800 ton, dan beras Thailand 200 ton.

Meski sudah dua tahun tersimpan, kualitas beras tersebut masih baik untuk dikonsumsi.

"Kami selalu lakukan perawatan, ada monitoring dari petugas di setiap gudang," katanya.

Heriswan mengatakan, stok beras impor belum semuanya tersalurkan sejak terhentinya program beras miskin (raskin) dan beralih ke program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Kendati demikian, beras tersebut masih bisa disalurkan melalui program operasi pasar atau Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).

"Program BPNT yang menyuplai bebas maka stok kami tahun 2018 masih ada sisa," katanya.

Saat musim panen raya sekarang ini, Bulog telah menyerap sedikitnya 7.500 ton beras.

Sedangkan untuk stok beras secara keseluruhan di Bulog Cabang Pekalongan, mencapai 18.500 ton.

"Kami masih menyerap beras rata-rata 500 ton per hari," katanya.

Baca juga: Sentra Vaksinasi Covid-19 dari BUMN Bakal Dibuka di Banyumas, Prioritas Masih untuk Lansia

Baca juga: 63 Sekolah di Zona Hijau di Sragen Bakal Gelar Kelas Tatap Muka, Terapkan 3 Hari Masuk 3 Hari Daring

Baca juga: Calon Jemaah Haji Karanganyar Mulai Divaksin Covid-19, Baru Menjangkau 270 Orang

Baca juga: Cukup Bayar Rp 10 Ribu, Nakes Bisa Menginap di Hotel Dafam di Seluruh Indonesia. Begini Caranya

Menurut Heriswan, kapasitas di enam gudang Bulog Cabang Pekalongan mencapai 72.000 ton. Sementara, target serapan beras tahun ini sebanyak 49.500 ton.

"Optimistis target 49.500 tercapai, bahkan kalau bisa melebihi jumlahnya sepanjang memang ada berasnya karena kapasitas gudang kita mencapai 72.000-an ton," ungkapnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved