Breaking News:

Berita Tegal

Ini Kata Petani di Kota Tegal Terkait Rencana Pemerintah Mengimpor 1 Juta Ton Beras

Rencana pemerintah mengimpor 1 juta ton beras mendapatkan penolakan dari para petani di Kota Tegal.

TRIBUNBANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Seorang petani sedang menjemur gabah di persawahan di Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Selasa (23/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Rencana pemerintah mengimpor 1 juta ton beras mendapatkan penolakan dari para petani di Kota Tegal.

Mereka menilai, impor beras justru akan semakin menyengsarakan petani. Terlebih, Maret-Juni ini, petani di sejumlah daerah memasuki musim panen.

Seorang petani di Kelurahan Kaligangsa, Carsadi (67) mengatakan, rencana impor beras memicu harga gabah turun.

Harga gabah per kuintal, saat ini, Rp 450 ribu. Sebelumnya, harga gabah mencapai Rp 500 ribu per kuintal.

"Ada impor beras, petani pasti rugi. Kan pengaruh ke harga jual gabah. Otomatis, di sini gak laku," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Tilang Elektronik Mulai Diterapkan Selasa 23 Maret 2021, Begini Sistem Kerjanya di Kota Tegal

Baca juga: Uji Coba KBM Tatap Muka Digelar April 2021, Disdikbud Kota Tegal: Cuma Satu Sekolah Tiap Tingkatan

Baca juga: Anak dan Orangtua Sudah Jenuh, 80 Persen Inginkan Pembelajaran Tatap Muka di Kota Tegal

Baca juga: Kue Tempel Khas Tegal, Jajanan Legendaris Sejak 1940, Manis Gurih Bercampur Aroma Sangit Harum

Ketidaksetujuan rencana impor beras juga disampaikan petani lain, Tarjo (64).

Ia mengatakan, impor beras bisa menyebabkan beras dari petani lokal tidak laku.

Tarjo berharap, pemerintah mempertimbangkan rencana kebijakan tersebut.

Meski harga gabah saat ini masih standar sekira Rp 470 per kuintal, tapi kekhawatiran harga gabah anjlok tetap ada.

Dia berharap, kebijakan pemerintah tidak menyengsarakan petani.

"Kalau impor, kasihan kami (red, petani). Nanti, beras dari sini malah gak laku. Ini kan musim-musimnya panen," ungkapnya. (*)

Baca juga: Penembakan di Toko Kelontong di Colorado AS, 10 Orang Tewas

Baca juga: Tilang Elektronik di Jateng Resmi Diluncurkan, Polda Bakal Tambah Titik Kamera Pengawas

Baca juga: Pemkab Banyumas Berharap Bunda Literasi Kecamatan Ikut Dongkrak Minat Baca Masyarakat

Baca juga: Wali Kota Semarang Beri Lampu Hijau Tarawih Berjemaah, Ini Syarat yang Diajukan

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved