Breaking News:

Berita Nasional

Rusak atau Hilang, 23.064 Dokumen Kependudukan Korban Banjir di Jateng Sudah Diganti Kemendagri

Dokumen kependudukan yang telah diganti itu terdiri dari 18.370 kartu keluarga, 3.497 e-KTP, dan 1.197 akta kelahiran.

TRIBUNBANYUMAS/INDRA DWI PURNOMO
Ilustrasi. Anak-anak bermain banjir di wilayah Sampangan, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Selasa (19/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kerusakan dokumen kependudukan korban banjir di Jawa Tengah teratasi. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) mengaku telah mengganti 23.064 dokumen kependudukan warga terdampak bencana banjir di Jateng.

Dokumen kependudukan yang telah diganti itu terdiri dari 18.370 kartu keluarga, 3.497 e-KTP, dan 1.197 akta kelahiran.

Data tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, melalui keterangan tertulisnya, Senin (22/2/2021).

"Selain itu, kami juga mencetakkan 150 lembar akta kematian bagi korban meninggal dunia akibat bencana alam banjir dan longsor setelah ada laporan dari RT/RW atau keluarga yang bersangkutan dengan prosedur yang tidak rumit," ujar dia.

Baca juga: Banjir Masih Genangi 9 Kelurahan di Kota Pekalongan, Ini Titik dan Jumlah Pengungsi yang Bertahan

Baca juga: Jalur Kereta Api Kebanjiran hingga 1,5 Meter, Berikut Daftar KA yang Batal Dari dan Menuju Jakarta

Baca juga: Terima 700 Paket Sembako dari Pusri, Plt Bupati Kudus: Untuk Korban Banjir Bukan Hanya Petani

Baca juga: Banjir di Kabupaten Pekalongan Meninggi, Bupati: Pos Pengungsian dan Dapur Umum Ditambah

Zudan mengatakan, seluruh dokumen yang dikeluarkan pihaknya sudah diterima warga yang bersangkutan.

"Dari jumlah yang didistribusikan ke desa atau kelurahan, 5.805 KK di antaranya, alhamdulillah sudah diterima warga yang bersangkutan," kata dia.

Sebelumnya, Dukcapil Kemendagri telah menurunkan kembali empat tim tanggap bencana.

Zudan mengatakan, tim bertugas mengganti dokumen kependudukan yang hilang atau rusak milik warga terdampak bencana banjir di Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Nganjuk.

"Saya meminta rekan-rekan pada Ditjen Dukcapil Kemendagri proaktif turun melakukan pelayanan jemput bola di daerah-daerah bencana, khususnya kali ini daerah bencana banjir di Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Zudan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Cuti Bersama Cuma 2 Hari, Berikut Daftar Lengkap Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021

Baca juga: Penarikan Sopir dan Ajudan Jadi Alasan Wakil Wali Kota Tegal Tak Ngantor, Begini Penjelasan Sekda

Baca juga: Selamat, Wakil Bupati Sadewo Tri Lastiono Terpilih sebagai Ketua PMI Banyumas Periode 2021-2026

Baca juga: Dapat Bantuan 20 Pompa, Petani di Setrokalangan Kudus Mulai Keringkan Sawah dari Banjir

Tim tanggap bencana Dukcapil juga diturunkan sebulan penuh ke lokasi bencana banjir di Kalimantan Selatan dan lokasi bencana gempa bumi di Majene Sulawesi Barat.

Zudan menuturkan, untuk tim tanggap bencana di Jawa Tengah dan Jawa Timur, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil Jawa Tengah dan Dinas Dukcapil Jawa Timur.

"Setelah berkoordinasi dengan tim Dinas Dukcapil provinsi dan kabupaten/kota terdampak," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dukcapil Ganti 23.064 Dokumen Kependudukan Warga Terdampak Banjir di Jateng".

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved