Breaking News:

Berita Batang

Jangan Langsung ke Pengadilan Agama, Manfaatkan Konseling Nikah di KUA saat Ada Masalah Keluarga

Bahkan, dua bulan terakhir, tercatat sudah ada 299 kasus perceraian yang terdaftar di website Pengadilan Agama Batang.

Tribun Jogja/ Fauziarakhman
Ilustrasi perceraian 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Angka perceraian di Kabupaten Batang meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, dua bulan terakhir, tercatat sudah ada 299 kasus perceraian yang terdaftar di website Pengadilan Agama Batang.

Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Batang Sodikin mengatakan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin menekan angka perceraian. Satu di antaranya, lewat pengadaan konseling pranikah dan juga pascanikah.

"Kalau ada masalah dalam rumah tangga, diharapkan jangan langsung pergi ke Pengadilan, bisa memanfaatkan layanan konseling yang ada di KUA untuk membantu mediasi permasalahan yang ada dalam keluarga," tuturnya, Selasa (16/2/2021).

Baca juga: 4 Investor Siap Masuk KIT Batang Tahun Ini, Pembangunan Infrastruktur Penunjang Dikebut

Baca juga: Hanya Punya 6 Tempat Tidur ICU Covid, Pemkab Batang Siap Tambah Jadi 15 Tempat Tidur

Baca juga: Hilang di Sungai Kalibebeng, Santri Ponpes di Subah Batang Ditemukan Tewas di Pantai Roban

Baca juga: 12 ABK Asal Batang Hilang setelah Tabrakan Kapal, Bupati Wihaji Akan Kerahkan Helikopter

Dia menjelaskan, Kemenag memiliki program pembinaan pernikahan, baik sebelum nikah maupun selama pasangan mengaruhi kehidupan berumah tangga.

Untuk layanan pembinaan pascanikah ini terhitung baru. Hanya saja, fungsinya sebenarnya sudah dijalankan sejak lama sehingga masyarakat bisa memanfaatkan layanan konseling di KUA sebelum memutuskan untuk mendaftarkan perceraiannya.

"Setiap KUA memiliki Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) yang berfungsi sebagai konseling perkawinan. Sepenggalaman saya, saat menjadi Kepala KUA, alhamdulillah ada beberapa yang bisa rukun lagi setelah menjalani konseling di BP4 ini," jelasnya.

Pihaknya juga memiliki fasilitas bimbingan layanan pranikah yang bisa dilaksanakan secara mandiri atau bimtek tatap muka bersama sekitar 25 pasangan calon pengantin tiap bimbingan.

Bimbingan biasanya dilaksanakan selama dua hari dan program ini sudah dilaksanakan di seluruh KUA.

Baca juga: 17 Bupati Terpilih Hasil Pilkada 2020 di Jateng Dilantik Pekan Depan, Pemprov Tunggu Juknis

Baca juga: Komang Gede Irawadi Jadi Plh Bupati Blora, Djoko Nugroho Purna Tugas Mulai Besok Rabu

Baca juga: Sebagian EWS Perlu Perbaikan, Sudah Tidak Berfungsi Optimal, BPBD Temanggung Coba Upayakan Hal Ini

Baca juga: MK Tolak Gugatan Sengketa Pilkada Purworejo, Agus-Yuli Menanti Jadwal Pelantikan Kepala Daerah

"Kalau yang tidak bisa tatap muka, biasanya mandiri. Nantinya, penyuluh agama atau penghulu biasanya ke rumah calon pengantin, diberikan bekal ilmu lewat buku," imbuhnya.

Lewat program tersebut, dia berharap, para calon pengantin punya pengetahuan untuk melaksanakan problem solving guna memecahkan masalah dalam berkeluarga sehingga diharapkan bisa meminimalisir perceraian. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved