Breaking News:

Berita Bisnis

4 Investor Siap Masuk KIT Batang Tahun Ini, Pembangunan Infrastruktur Penunjang Dikebut

Empat investor besar siap masuk ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Mereka diharapkan bisa membangun pabrik mulai kuartal tiga tahun ini.

TRIBUNBANYUMAS/DINA INDRIANI
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono dan Bupati Batang Wihaji saat mendengarkan paparan progres pembangunan infrastruktur KIT Batang, Minggu (7/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono menyebutkan, pada kuartal III tahun 2021 ini, empat investor besar siap masuk Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.

Karena itu, pembangunan infrastruktur penunjang di kawasan industri ini akan dipercepat.

"Empat investor besar akan masuk di kuartal III tahun ini sehingga semua infrastruktur penunjang disiapkan supaya investor tinggal membangun pabriknya saja," tutur Basoeki saat berkunjung di KIT Batang Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Minggu (7/2/2021).

Hanya Punya 6 Tempat Tidur ICU Covid, Pemkab Batang Siap Tambah Jadi 15 Tempat Tidur

Hilang di Sungai Kalibebeng, Santri Ponpes di Subah Batang Ditemukan Tewas di Pantai Roban

12 ABK Asal Batang Hilang setelah Tabrakan Kapal, Bupati Wihaji Akan Kerahkan Helikopter

Diguyur Hujan Semalaman, 3 Desa dan 1 Kelurahan di Batang Terendam Banjir

Sementara, untuk pembangunan infrastruktur, Basoeki mengatakan, pemerintah tegas melarang impor untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur, misalnya aspal dan lampu penerangan jalan.

"Untuk membantu perekonomian daerah, Pemkab Batang harus lebih mengutamakan pemanfaatan tenaga kerja lokal sehingga dapat mengurangi beban masyarakat yang saat ini terdampak pandemi," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji mengatakan, pembangunan KIT Batang bertujuan menciptakan lapangan kerja baru, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Batang.

"Pemanfaatan tenaga kerja lokal dimulai untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan infrastruktur ringan yang tidak memerlukan alat berat, melainkan tenaga manusia," ujarnya.

Diperkirakan jumlah tenaga kerja yang dapat terserap mencapai 140 ribu orang dalam waktu 5 tahun ke depan.

Terkait investor-investor yang telah terdaftar, menurut Wihaji, menjadi wewenang BKPM.

"Insyaallah, kalau sudah selesai, penandatanganan kerja sama akan dipaparkan sejelas-jelasnya," ujarnya. (*)

22 Kelurahan di Kota Pekalongan Kebanjiran: Ketinggian Air Bertambah, Evakuasi Warga Terus Dilakukan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Usul ke Presiden, Pedagang Masuk Penerima Vaksinasi Covid Tahap Kedua

Markas PSIS Semarang Kebanjiran, Pengelola Stadion Citarum Batalkan Sewa 6 Tim

Hari Kedua Jateng di Rumah Saja di Purbalingga, Bupati Tiwi Cek Pasar dan Perbatasan

Penulis: dina indriani
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved