Breaking News:

Berita Batang

12 ABK Asal Batang Hilang setelah Tabrakan Kapal, Bupati Wihaji Akan Kerahkan Helikopter

Bupati Batang Wihaji bakal mengerahkan helikopter untuk mencari 12 warganya yang hilang di perairan Jepara saat menjadi anak buah kapal (ABK).

Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
Bupati Batang Wihaji saat ditemui Senin (28/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM,BATANG - Bupati Batang Wihaji bakal mengerahkan helikopter untuk mencari 12 warganya yang hilang di perairan Jepara saat menjadi anak buah kapal (ABK).

Wihaji mengatakan, rencana ini sebagai tindak lanjut dari usulan pengurus DPC HNSI Batang.

"Mengenai pencarian menggunakan helikopter, kami akan tindaklanjuti dan koordinasikan dengan Basarnas. Sebenarnya, kemarin sudah minta tapi cuacanya belum memungkinkan sehingga pencarian masih menggunakan kapal," tutur Bupati Wihaji, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: 12 Anak Buah Kapal asal Batang Masih Hilang setelah Tertabrak Kapal Besar di Perairan Jepara

Baca juga: Enam Awal Kapal Penarik Tongkang Akhirnya Ditemukan, Nelayan Lihat Ada Sekoci di Perairan Batang

Baca juga: Diguyur Hujan Semalaman, 3 Desa dan 1 Kelurahan di Batang Terendam Banjir

Baca juga: Lewat Kedai Bakoel Jamu di Batang, Ginanjar Ingin Bangkitkan Tren Minum Jamu Anak Muda

Dikatakannya, Pemkab Batang berharap, 12 warganya yang hilang sejak pekan lalu itu ditemukan dalam kondisi selamat.

Selain upaya pencarian korban, Pemkab Batang juga memperhatikan keluarga.

Pemkab telah menyalurkan bantuan bahan pokok serta uang tunai, masing-masing Rp 1 juta kepada keluarga ABK.

"Kemarin, kami sudah melakukan prosedur pelaksanaan yang dilakukan selama tujuh hari kemudian kami tarik mundur kecuali ada titik terang," jelasnya.

"Jika ada tanda-tanda, meskipun sedikit, langsung laporkan kepada kami atau BPBD Kabupaten Batang yang pasti akan ditindaklanjuti," pinta Wihaji.

Sementara, Kepala BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi mengatakan, pencarian 12 ABK yang hilang sudah dilakukan sesuai prosedur.

Selama tujuh hari, mereka melakukan pencarian dengan menurunkan 90 personel dan mengoperasikan beberapa kapal untuk mencari di perairan utara Kabupaten Batang.

"Kami sudah koordinasi juga dengan BPBD Jepara dan BPBD Jawa Timur karena beredar video mayat mengapung di perairan Jawa Timur. Tapi, kami belum bisa pastikan mayat tersebut karena menunggu hasil autopsi keluar," ujarnya.

Sebelumnya, dikabarkan 12 ABK yang merupakan warga Batang, hilang setelah kapal mereka tertabrak kapal berukuran lebih besar di perairan Jepara. (*)

Baca juga: Tunggu Perbaikan Rumah, 54 Korban Gempa Mamuju asal Solo Raya Diungsikan ke Solo Techno Park

Baca juga: 3 Bulan Tak Bisa Melaut, Nelayan Sugihwaras Pemalang Banting Setir Jadi Kuli Bangunan

Baca juga: Bupati Blora Terpilih: Tidak Usah Didengar Jika Ada yang Tawarkan Posisi Jabatan Proyek

Baca juga: Mengalami Luka Pendarahan, Emi Ditemukan Terbaring di Gudang Minimarket di Colomadu Karanganyar

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved