Berita Kriminal
Mengalami Luka Pendarahan, Emi Ditemukan Terbaring di Gudang Minimarket di Colomadu Karanganyar
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus penganiayaan yang dialami karyawan minimarket di Karanganyar itu.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Seorang karyawan Alfamart di Jalan Adi Soemarmo Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar dibawa ke rumah sakit seusai mengalami luka pendarahan pada bagian perut, tangan, serta lebam di wajah, Kamis (21/1/2021) sekira pukul 08.30.
Diketahui korban, Emi Nur Hidayati (39) merupakan karyawan yang bertugas sebagai kepala toko.
Korban merupakan warga Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali.
Baca juga: Anggit Keliling Naiki Sapi Dihadang Polisi, Ini Ceritanya Saat di Taman Pancasila Karanganyar
Baca juga: Talud Setinggi Tiga Meter Ambrol di Ngargoyoso Karanganyar, Timpa Bagian Belakang Rumah Citro Warno
Baca juga: Petugas Temukan Kotoran Berwarna Hijau dan Berkapur, Update Puyuh Mati Mendadak di Karanganyar
Baca juga: Santri Ponpes Putri Colomadu Karanganyar Positif Covid, 3 Orang Masih Diisolasi di Asrama Donohudan
Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Tegar Satrio Wicaksono menyampaikan, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus penganiayaan yang dialami karyawan tersebut.
Korban saat ini sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kejadian itu pertama kali diketahui rekan korban yang datang ke toko dan mendapati Emi terbaring di gudang.
Di lokasi terdapat bercak darah di sekitar kasir mengarah ke bagian gudang.
"Ini masih lidik, kami belum tahu secara pasti motifnya."
"Dugaan sementara penganiayaan."
"Korban di rumah sakit dan kondisi sudah stabil."
"Luka di perut, leher, tangan, pantat, dan muka agak lebam," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (21/1/2021).
Dia menambahkan, anggota Polsek Colomadu serta Inafis Polres Karanganyar telah melakukan olah tempat kejadian perkara.
"Sudah ada indikasi pelaku, mohon waktunya."
"Semoga segera tertangkap pelakunya," ucapnya. (Agus Iswadi)
Baca juga: Bek PSIS Semarang Ini Merespon Liga 1 Tanpa Degradasi: Rawan Match Fixing dan Malah Jadi Lelucon
Baca juga: Pelatih PSIS Semarang Sudah Dilirik Klub Tiga Negara, Begini Jawaban Dragan Djukanovic
Baca juga: Bisakah Pemerintah Bisa Bersabar Sedikit? Aptrindo Jateng Tanggapi Kenaikan Tarif Tol di Pulau Jawa
Baca juga: Khawatir Beban Rakyat Bertambah, Komisi D DPRD Jateng Minta Kenaikan Tarif Tol Dibatalkan