Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Petugas Temukan Kotoran Berwarna Hijau dan Berkapur, Update Puyuh Mati Mendadak di Karanganyar

Hasil investigasi di lapangan ditemukan kotoran yang dikeluarkan unggas berwarna hijau dan berkapur, terhadap puyuh yang mati mendadai di Karanganyar.

Penulis: Agus Iswadi
Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Dokter hewan Dispertan PP Kabupaten Karanganyar mengecek lokasi ternak puyuh di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Rabu (20/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Dispertan PP Kabupaten Karanganyar berencana mengajukan bantuan vaksin menyusul munculnya kasus ribuan burung puyuh yang mati secara mendadak di Kecamatan Colomadu.

Dokter hewan telah mengecek ke lokasi peternak puyuh yang ada di Colomadu itu pada Selasa (19/1/2021).

Selain mendata kematian unggas, petugas juga mengumpulkan keterangan dari pemilik ternak.

Ada enam titik di Desa Gajahan yang telah dicek oleh petugas. 

Baca juga: Santri Ponpes Putri Colomadu Karanganyar Positif Covid, 3 Orang Masih Diisolasi di Asrama Donohudan

Baca juga: Waspada Kasus DBD Akibat Perubahan Cuaca Tak Menentu, DKK Karanganyar Berikan Saran Ini

Baca juga: Burung Puyuh Mati Mendadak di Karanganyar, Dispertan PP Sudah Ambil Sampel, Ini Dugaan Sementara

Baca juga: Tak Pakai Masker saat Berdagang, 5 Pedagang di Pasar Palur dan Kebakramat Karanganyar Diminta Tutup

Medik Veteriner Dispertan PP Kabupaten Karanganyar, Yanida Talbot menyampaikan, hasil investigasi di lapangan ditemukan kotoran yang dikeluarkan unggas berwarna hijau dan berkapur.

Lanjutnya, faktor cuaca turut mempengaruhi daya tahan unggas.

Sehingga membuat unggas mudah terpapar virus. 

"Kami tidak bisa pastikan (penyakit apa), tapi itu menyerupai avian influenza," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (20/1/2021). 

Dia berencana akan membuat laporan tertulis, agar dinas terkait dapat menyampaikan kejadian tersebut kepada pihak provinsi. 

Sementara untuk langkah pencegahan, peternak diimbau untuk selalu menjaga sanitasi, bio sirkulasi.

Termasuk juga meminimalisir orang luar masuk karena berpotensi dapat membawa virus. 

Kabid Peternakan Dispertan PP Kabupaten Karanganyar, Heri Sulistyo menambahkan, dinas akan mencoba mengajukan bantuan vaksin kepada pihak provinsi.

Dinas sebenarnya sudah mengajukan usulan vaksin beberapa tahun terakhir ini tapi belum disetujui.

Dia menuturkan, kasus kematian unggas secara mendadak pernah terjadi pada 2010. 

"Kami tidak tahu pengajuan vaksin akan disetujui oleh pihak provinsi apa tidak, karena mengingat dalam kondisi Covid-19," imbuhnya. (Agus Iswadi)

Baca juga: 352 Pejabat Pengawas dan Fungsional Pemkab Temanggung Dilantik, Ini Permintaan Bupati

Baca juga: Sekolah Kembali Berpeluang Lanjutkan KBM Tatap Muka di Temanggung, Ini Tiga Syarat Utamanya

Baca juga: Tiga Bioskop di Kota Tegal Direncanakan Buka Awal Februari, Begini Skenarionya

Baca juga: Cegah Insiden Kapal Tongkang Terdampar, Tanggul Pemecah Ombak Mulai Diwacanakan di Tegal

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved