Breaking News:

Berita Kesehatan

Waspada Kasus DBD Akibat Perubahan Cuaca Tak Menentu, DKK Karanganyar Berikan Saran Ini

Jentik nyamuk justru banyak ditemukan di barang-barang yang tidak terpakai dan diletakkan di luar rumah.

TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Petugas melakukan fogging di Desa Baturan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (19/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - DKK Karanganyar meminta masyarakat mewaspadai perubahan cuaca yang dapat memicu tumbuhkembang jentik nyamuk aedes aegypti

Berdasarkan data DKK Karanganyar, tercatat ada 291 kasus demam berdarah dengue (DBD) pada 2020.

Kebanyakan kasus terjadi di Kecamatan Colomadu, Gondangrejo, dan Jumantono.

Baca juga: Burung Puyuh Mati Mendadak di Karanganyar, Dispertan PP Sudah Ambil Sampel, Ini Dugaan Sementara

Baca juga: Tak Pakai Masker saat Berdagang, 5 Pedagang di Pasar Palur dan Kebakramat Karanganyar Diminta Tutup

Baca juga: Ribuan Burung Puyuh Mati Mendadak di Colomadu Karanganyar, Begini Cerita Peternak

Baca juga: Masih Ada Pelanggaran, Satgas Jogo Tonggo Diminta Ikut Pantau Jam Operasional Warung di Karanganyar

Sedangkan pada bulan pertama atau minggu kedua tahun ini, tercatat ada 5 kasus DBD.

Penyebaran kasus terjadi di Kecamatan Colomadu, Tasikmadu, dan Gondangrejo. 

Kasi P2PM DKK Karanganyar, Sri Winarno menyampaikan, cuaca yang tidak menentu dapat memicu tumbuhkembang jentik nyamuk.

Masyarakat diimbau agar lebih menggiatkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di pekarangan rumah.

Seperti menyingkirkan kaleng bekas, botol, ban bekas atau barang yang dapat menjadi tampungan air hujan lainnya. 

"Justru kalau curah hujan tinggi terus itu tidak berisiko."

"Tapi misal hari ini hujan, terus dua hari kemudian panas, terus hujan lagi itu yang berisiko."

Halaman
12
Penulis: Agus Iswadi
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved