Berita Jawa Tengah

Bisakah Pemerintah Bisa Bersabar Sedikit? Aptrindo Jateng Tanggapi Kenaikan Tarif Tol di Pulau Jawa

Aptrindo Jawa Tengah dan DIY, Bambang Widjanarko mengatakan, sebetulnya kenaikan tarif tol hal yang wajar.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Suasana di pintu Tol Tegal atau Exit Tol Adiwerna Tegal, beberapa waktu lalu. Terlihat kendaraan sedang antre untuk bisa melintas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Penyesuaian tarif di berbagai ruas tol di Pulau Jawa berlaku pada Minggu (17/1/2021).

Termasuk di Jawa Tengah, kenaikan tarif terjadi di ruas jalan Tol Pejagan-Pemalang dan Semarang ABC atau tol dalam Kota Semarang (Semarang inner road).

Sektor yang terdampak adanya penyesuaian tarif tol ini yakni pengusaha jasa angkutan truk.

Baca juga: Khawatir Beban Rakyat Bertambah, Komisi D DPRD Jateng Minta Kenaikan Tarif Tol Dibatalkan

Baca juga: Sepekan PPKM di Jateng, Ganjar: Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Kendal Belum Bikin Regulasi Resminya

Baca juga: 8 Nakes di Jateng Alami Efek Samping Seusai Vaksinasi Tahap Pertama, Begini Kondisi Mereka Sekarang

Mereka tentunya selalu menggunakan jalan bebas hambatan untuk mengantar barang ke daerah tujuan.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY, Bambang Widjanarko mengatakan, sebetulnya kenaikan tarif tol hal yang wajar.

Bahkan, kenaikan sudah diatur tiap dua tahun sekali dengan melihat laju inflasi.

Hal mengenai pengoperasian jalan tol, termasuk juga soal tarif sudah diatur baik dalam UU Nomor 38 Tahun 2004 dan PP Nomor 15 Tahun 2005.

"Jadi tidak ada yang menghalangi pengelola tol untuk tetap mempertahankan margin profitnya dengan cara menaikkan harga tiap dua tahun."

"Namun, saat ini kan dunia sedang dilanda pandemi Covid-19 yang juga dialami di Indonesia," kata Bambang kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (19/1/2021).

Sudah setahun ini, lanjutnya, hampir semua bisnis memburuk.

Beberapa sedang bertahan agar tidak mengalami kebangkrutan, beberapa lagi sudah mengalaminya.

"Jadi rasanya tidak tepat jika keadaan yang sudah terbebani ini, dibebani lagi oleh keputusan pemerintah menaikkan tarif tol," tandasnya.

Selama pandemi saja, kata dia, rasanya sudah terpuruk.

Kasatlantas Polres Brebes, AKP Putri Noer Cholifah, memberikan telur asin saat Operasi Patuh di pintu masuk gerbang Tol Pejagan-Pemalang, Sabtu (1/8/2020). Demikianlah cara unik Satlantas Polres Brebes menggelar Operasi Patuh: memberikan telur asin kepada pengemudi kendaraan yang diberhentikan.
Kasatlantas Polres Brebes, AKP Putri Noer Cholifah, memberikan telur asin saat Operasi Patuh di pintu masuk gerbang Tol Pejagan-Pemalang, Sabtu (1/8/2020). Demikianlah cara unik Satlantas Polres Brebes menggelar Operasi Patuh: memberikan telur asin kepada pengemudi kendaraan yang diberhentikan. (Istimewa)

Baca juga: 5 Berita Populer: Hartopo Segera Dilantik Jadi Bupati Kudus-75 Karyawan Duta Mode Purwokerto Reaktif

Baca juga: Berikut Progres Terkini Pembangunan BJB Soedirman Purbalingga, Lebaran Sudah Bisa Digunakan

Kebanyakan pengusaha atau industri yang merupakan pengguna jasa transportasi truk meminta sejumlah dispensasi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved