Berita Jateng

8 Nakes di Jateng Alami Efek Samping Seusai Vaksinasi Tahap Pertama, Begini Kondisi Mereka Sekarang

Delapan tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Tengah mengalami efek samping setelah menjalani vaksinasi tahap pertama.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat rapat kerja di Kantor Gubernur, Senin (18/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Delapan tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Tengah mengalami efek samping atau kerap disebut kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) setelah menjalani vaksinasi tahap pertama.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Senin (18/1/2021).

"Dari laporan, KIPI-nya hanya ada delapan orang dari sekitar 1.900 nakes. Dan tidak parah, pegal-pegal, ngantuk dan sekarang semua sudah membaik," kata Ganjar.

Baca juga: Vaksinasi Covid di Jateng Resmi Dimulai, Gubernur Ganjar Mengaku Lapar seusai Disuntik Vaksin

Baca juga: Baru 3 Daerah di Jateng yang Diprioritaskan Lakukan Vaksinasi Covid, Ini Alasannya

Baca juga: Masih Tunggu Kepastian Pelaksanaan, Dinkes Catat Ada 1.485 Nakes yang Akan Terima Vaksinasi Covid

Baca juga: Vaksinasi Covid di Jateng Dimulai Kamis Besok, Ganjar: Nakes Kita Siap dan Fasih

Seperti diketahui, pada distribusi gelombang pertama ini, vaksinasi di Jawa Tengah diprioritaskank dilaksanakan di tiga daerah, yakni Kota Semarang, Kota Solo, dan Kabupaten Semarang.

Alokasinya berbeda-beda. Di Kota Semarang, vaksinasi yang disalurkan sebanyak 38.240 dosis untuk 18.752 orang tenaga kesehatan.

Sementara, untuk Kabupaten Semarang, disalurkan 8.000 dosis untuk 3.987 orang. Dan Solo, mendapat jatah 10.620 dosis untuk 10.609 nakes.

Setiap penerima akan mendapatkan dua kali vaksinasi. Vaksin kedua diberikan setelah 14 hari vaksinasi pertama.

Meskipun demikian, Ganjar meminta agar program vaksinasi gelombang pertama kepada tenaga kesehatan di Jateng dapat dipercepat.

Hal itu untuk mengantisipasi datangnya vaksin gelombang berikutnya.

"Kita butuh mempercepat sehingga kalau nanti dikirim lagi, semua sudah siap," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng Yulianto Prabowo menuturkan, saat ini, pemberiaan vaksin masih terus dilakukan.

Untuk perbandingan, pada hari pertama vaksinasi di Jateng atau pada Kamis (14/1/2021), ada 800 orang tenaga kesehatan (nakes) yang menerima vaksin.

Imunisasi itu dilakukan di 68 fasilitas kesehatan, mulai dari pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, balai kesehatan masyarakat, dan klinik.

Baca juga: Tingkatkan Integritas dan Pelayanan, Kejari Purbalingga Canangkan Wilayah Bebas Korupsi

Baca juga: Pilkada Rampung, KPU Kabupaten Siap Hibahkan 2.503 Thermogun ke Desa/Kelurahan

Baca juga: Kapal Tongkang Batu Bara Terdampar di Pantai Pulau Kodok Tegal, Rusak Warung dan Spot Foto Wisata

Baca juga: Sehari Jelang Lengser, Presiden Donald Trump Diperkirakan Obral Grasi Hingga 100 Pengampunan

Dari hasil laporan, vaksinasi di hari pertama itu ada dua orang yang mengalami gejala ringan setelah vaksinasi.

Mereka mengeluhkan nyeri pada bagian lengan atau di bekas suntikan.

"Ada yang mengeluhkan nyeri pada lengan dan yang kedua agak pusing. Ini (kasus kedua) bisa jadi karena sebelumnya ada riwayat vertigo. Tapi, itu bersifat subjektif dan individual. Mereka sudah sembuh," ucapnya.

Mereka yang telah mendapatkan vaksin diharapnan tetap dapat menjaga kebiasaan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Karena, Yulianto mengatakan, seseorang masih bisa terinfeksi Covid-19, meskipun telah divaksin. Namun, gejala yang ditimbulkan sangat minor. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved