Breaking News:

Berita Pemalang

3 Bulan Tak Bisa Melaut, Nelayan Sugihwaras Pemalang Banting Setir Jadi Kuli Bangunan

Agar bisa bertahan hiduip, nelayan di Sugihwaras Pemalang terpaksa gantung jaring dan beralih menjadi kuli bangunan.

TRIBUNBANYUMAS/BUDI SUSANTO
Sejumlah kapal bersandar di pesisi wilayah Sugihwaras, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, belum lama ini. Akibat cuaca buruk, kapal-kapal itu tak digunakan melaut para nelayan sejak November 2020. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Lebih dari dua bulan, nelayan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, tak melaut.

Gelombang tinggi dan cuaca buruk yang melanda perairan Pantai Utara Jawa, sejak November tahun lalu, membuat mereka menganggur.

Kondisi tersebut diperparah dengan imbas pandemi Covid-19 yang membuat para nelayan harus bertahan di situasi sulit.

Agar bisa bertahan hiduip, nelayan di Sugihwaras terpaksa gantung jaring dan beralih menjadi kuli bangunan.

Sugiarto, seorang nelayan asal Sugihwaras, mengaku tak berpenghasilan sejak akhir tahun 2020 hingga Januari tahun.

"Benar-benar paceklik untuk kami nelayan di Sugihwaras karena kami tidak melaut," paparnya, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Tak Ada Ikan yang Dijual di TPI Tanjungsari Sugihwaras Pemalang, Ini Penyebab Utamanya

Baca juga: Enam Awak Kapal Hilang Dihantam Gelombang Tinggi saat Tarik Tongkang di Ulujami Pemalang

Baca juga: Tak Ada Kirab, Perayaan Hari Jadi Kabupaten Pemalang Ke 446 Dibatalkan

Baca juga: Minimalisir Risiko Banjir, Kapolres Pemalang Berharap Warga Aktifkan Ronda Saat Malam Hari

Dilanjutkannya, beberapa rekannya sampai menjadi kuli bangunan agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga.

"Ada yang jadi kuli bangunan atau kuli bongkar muat. Mau bagaimana lagi karena sudah tidak ada yang bisa dilakukan," katanya.

Terpisah, Febri Jatmiko, Lurah Sugihwaras, juga menuturkan hal serupa terkait kondisi nelayan di Sugihwaras.

Ia menerangkan, dari November tahun lalu, nelayan tidak mencari ikan karena cuaca buruk.

"Beberapa bulan terkahir menjadi puncak paceklik bagi nelayan karena nelayan tak bisa melaut," tambahnya.

Data yang dihimpun Tribunbanyumas.com, wilayah Sugihwaras mencatatkan diri sebagai daerah yang memiliki Kelompok Usaha Bersama (KUB) perikanan tangkap terbanyak di Pemalang.

Dari 100 KUB yang ada, 29 KUB ada di Sugihwaras.

Tak hanya itu, pesisir Sugihwaras juga menjadi tempat mendaratnya kapal ukuran 5 Gross Tonnage (GT) terbanyak ke dua di Pemalang, dengan jumlah 496 kapal pertahun. (*)

Baca juga: Diwacanakan Gedung Bioskop Bakal Mulai Beroperasi Lagi, IDI Kota Tegal Beri Respon Begini

Baca juga: Ekspor Produk Kini Bisa Lebih Masif, Dua IKM di Purbalingga Ini Sudah Kantongi Sertifikat HACCP

Baca juga: Hari Kelima PPKM Kabupaten Semarang, Petugas Gabungan Telah Bubarkan 71 Kegiatan Masyarakat

Baca juga: Kebijakan Terbaru Bupati Achmad Husein: Masuk Banyumas Wajib Tunjukkan Hasil Rapid Test Antigen

Penulis: budi susanto
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved