Breaking News:

PSBB Jawa Bali

Hari Kelima PPKM Kabupaten Semarang, Petugas Gabungan Telah Bubarkan 71 Kegiatan Masyarakat

Kapolres Semarang, AKBP Ari Wibowo mengatakan, memasuki hari kelima PPKM, petugas gabungan telah melakukan 1.633 operasi yustisi.

POLRES SEMARANG
Petugas gabungan saat melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di Alun-alun Lama Ungaran, Kabupaten Semarang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Petugas gabungan dari unsur TNI-Polri, dan Satpol PP terus menggencarkan operasi yustisi penegakan penerapan protokol kesehatan virus corona (Covid-19) selama masa PPKM di Kabupaten Semarang.

Kapolres Semarang, AKBP Ari Wibowo mengatakan, memasuki hari kelima PPKM, petugas gabungan telah melakukan 1.633 operasi yustisi.

Baca juga: Bek PSIS Semarang Ini Merespon Liga 1 Tanpa Degradasi: Rawan Match Fixing dan Malah Jadi Lelucon

Baca juga: Sah, Pasangan Ngebas Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Semarang Periode 2021-2026

Baca juga: Todongkan Senjata dan Rebut Tas Berisi Rp 561 Juta, Aksi 4 Perampok di Kota Semarang Terekam CCTV

Baca juga: Bau Amis Dikira Jeroan Ikan, Ariyanto Malah Temukan 2 Mayat Bayi di Pintu Air Madukoro Semarang

"Kami juga sudah membubarkan sebanyak 71 kegiatan masyarakat yang melanggar protokol kesehatan."

"Kemudian, menjatuhkan 18.299 sanksi lisan, 171 sanksi tertulis, dan 4.668 sanksi lainnya," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (21/1/2021).

Menurut AKBP Wibowo, secara berkala operasi yustisi akan terus dilaksanakan, baik siang ataupun malam hari.

Tujuannya penguatan penerapan protokol kesehatan guna mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Ia menambahkan, operasi yustisi gabungan juga didukung dengan petugas pengurai keramaian.

Beberapa lokasi yang menjadi sorotan petugas adalah Alun-alun Lama Ungaran, daerah wisata Bandungan, dan sejumlah kedai kopi.

"Karena apa ini dimaksud keselamatan masyarakat dari terpaparnya Covid-19 adalah hukum tertinggi," katanya.

Kapolres Semarang menyatakan, sanksi bagi pelanggar sesuai kategori pelanggaran yang dibuat itu semua mengacu UU Karantina Wilayah, dan Penyakit Menular.

Kemudian, ada Perda Bupati Semarang sampai pemberlakukan denda.

Pihaknya berharap, PPKM ini diharapkan menekan jumlah kasus virus corona serta mencegah timbulnya klaster baru.

Potensi kerumunan lanjutnya akan terus dipantau petugas gabungan dari setiap regu.

"Kami berharap kerja sama masyarakat baik yang terbiasa berkegiatan dalam bentuk budaya, sosial dan lainnya selama PPKM untuk ditunda atau mematuhi protokol kesehatan," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Baca juga: Pesisir Pantai Kebumen Dipagari Hutan Mangrove, Tagana: Bisa Menahan dan Memecah Gelombang Tsunami

Baca juga: Cara Unik di Desa Tanggulangin Kebumen, Pemdes Sediakan Ladang Singkong Buat Warga di Masa Pandemi

Baca juga: Di Cilacap, Pertamina Mulai Produksi BBM Minyak Kelapa Sawit, Namanya D-100 dan Green Avtur

Baca juga: Karena Sudah Over Kapasitas, 43 Napi Lapas Semarang Dipindah ke Nusakambangan Cilacap

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved