Breaking News:

Berita Kebumen

Pesisir Pantai Kebumen Dipagari Hutan Mangrove, Tagana: Bisa Menahan dan Memecah Gelombang Tsunami

Tagana Kabupaten Kebumen, Sukamsi mengatakan, Kemensos membantu 80 ribu bibit mangrove untuk ditanam di pesisir Kebumen.

TAGANA KEBUMEN
Gambaran hutan mangrove di pesisir pantai selatan, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Potensi gempa megatrust yang bisa membangkitkan tsunami di selatan Pulau Jawa bukanlah isapan jempol.

Paparan ahli tentang potensi gempa besar disertai tsunami tak perlu disikapi dengan emosi hingga muncul kepanikan berlebih. 

Justru, itu adalah khasanah pengetahuan penting untuk mitigasi dan upaya pengurangan risiko bencana yang tidak diketahui kapan terjadinya. 

Baca juga: Cara Unik di Desa Tanggulangin Kebumen, Pemdes Sediakan Ladang Singkong Buat Warga di Masa Pandemi

Baca juga: Tarsan Hilang saat Mencari Ikan di Laut Selatan Kebumen, Perahu yang Ditumpangi Dihantam Obak

Baca juga: Curiga Lampu Rumah Belum Mati Hingga Siang, Warga Adimulyo Kebumen Temukan Sutinah Sudah Tewas

Baca juga: Perbaiki Semua Jalan Rusak di Kebumen, Pemkab Butuh Rp 2,7 Triliun, Ini Rencana Arif Sugiyanto

Nyatanya, sejarah telah membuktikan, di daerah selatan Jawa, termasuk Kebumen beberapa kali pernah terdampak gempa besar.

Publik tentu masih ingat peristiwa gempa dan tsunami Pangandaran 2006 yang menerjang pesisir selatan Jawa Barat hingga Cilacap dan Kebumen.

Ratusan jiwa melayang akibat peristiwa itu. 

Belum lagi harta benda yang ikut lenyap tersapu bencana. 

Sayang, kesadaran masyarakat untuk memperkecil risiko bencana alam di sekitarnya masih kurang sejauh ini.

Padahal, Kebumen memiliki garis pantai sepanjang sekira 57 kilometer yang di sekitarnya terdapat banyak permukiman padat. 

Risiko kerusakan jika tsunami terjadi tentunya amat besar. 

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved