Breaking News:

Berita Kebumen

Pesisir Pantai Kebumen Dipagari Hutan Mangrove, Tagana: Bisa Menahan dan Memecah Gelombang Tsunami

Tagana Kabupaten Kebumen, Sukamsi mengatakan, Kemensos membantu 80 ribu bibit mangrove untuk ditanam di pesisir Kebumen.

Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
TAGANA KEBUMEN
Gambaran hutan mangrove di pesisir pantai selatan, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. 

Mangrove mampu menahan dan memecah gelombang pasang maupun tsunami

Mangrove menjadi benteng alami yang mampu menekan laju gelombang sehingga tidak sampai menyapu daratan.  

Dengan demikian, masyarakat di pesisir pantai akan terlindungi dari bahaya tsunami.

Paling tidak, dampak bencana, baik terjadinya korban jiwa maupun harta bisa dikurangi. 

Keperkasaan hutan mangrove dalam menahan laju gelombang, kata Sukamsi, telah terbukti pada peristiwa tsunami Pangandaran, 2006.

Daerah yang dipagari hutan mangrove saat itu relatif aman dari terjangan gelombang. 

"Sudah terbukti pada tsunami Pangandaran 2006, yang tidak dipagari hutan mangrove dampak kerusakan lebih parah," katanya.

Sukamsi mengatakan, dengan garis pantai sepanjang sekira 57 kilometer, tentunya 80 ribu bibit masih kurang untuk menghijaukan seluruh pantai.

Idealnya, kata dia, dibutuhkan sejuta lebih bibit mangrove untuk menghijaukan 4 Daerah Aliran Sungai (DAS) strategis.

Yakni DAS Ijo, DAS Telomoyo, DAS Lukulo, dan DAS Wawar.  

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved