Berita Tegal

Selama PPKM Mikro, Bupati Tegal Umi Azizah Minta Ada Posko Covid di Tingkat RT dan RW

Bupati Tegal Umi Azizah meminta camat dan kepala desa membentuk posko Covid-19 hingga tingkat RW dan RT.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/ISTIMEWA/HUMAS PEMKAB TEGAL
Bupati Tegal Umi Azizah, saat memimpin video konferensi bersama Forkompimda, kepala OPD, Forkompimcam, Kepala Puskesmas, dan Kepala Desa, Kamis (11/2/2021), di Rumah Dinas Bupati Tegal. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Bupati Tegal Umi Azizah meminta camat dan kepala desa membentuk posko Covid-19 hingga tingkat RW dan RT. Perintah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri dan Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah terkait pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

Hal ini disampaikan Umi dalam video konferensi bersama Forkompimda, kepala OPD, Forkompimcam, Kepala Puskesmas, dan Kepala Desa, Kamis (11/2/2021).

Dalam acara tersebut, Umii bersama Forkopimda mengikuti konferensi di Rumah Dinas Bupati Tegal.

Dalam arahanya, Umi memerintahkan Camat melakukan pengawasan mulai Kamis (11/2/2021) hingga tanggal Senin (22/2/2021) dua pekan ke depan.

Menurut Umi, pembentukan posko Covid tingkat RT dan RW ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Tegal B.171 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro, dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Covid-19.

Saat camat turun melakukan pengawasan, dirinya meminta mereka gencar menyosialisasikan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tidak perlu.

"Belajar dari kemarin, gerakan Jateng di Rumah Saja selama dua hari, kita atur seperti itu. Saya minta kerelaan serta keikhlasan menyukseskan program ini," tutur Umi, dalam rilis yang diterima Tribunbanyumas.com, Jumat (12/2/2021).

KBM Tatap Muka di Kabupaten Tegal Kembali Ditunda, Disdikbud: Tunggu Surat Edaran Berikutnya

Tempat Wisata dan Mal di Kabupaten Tegal Tetap Buka saat Gerakan Jateng di Rumah Saja, Ini Alasannya

Jelang KBM Tatap Muka di Kabupaten Tegal Mulai 8 Februari, Guru ke Luar Kota Wajib Kantongi Izin

Orang yang Punya Penyakit Ini Tak Bisa Divaksin Covid, Berikut Penjelasan Dinkes Kabupaten Tegal

Dari data sepanjang masa pandemi, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal melakukan pengetesan hingga mampu menjaring 4.534 kasus positif. Dari jumlah tersebut, 3.931 kasus dinyatakan sembuh.

Dan kasus aktif yang tercatat sampai Kamis (11/2/2021), terdapat 413 orang positif Covid-19, dimana 117 orang dirawat di rumah sakit, dan selebihnya isolasi mandiri.

Umi mengatakan, case fatality rate atau tingkat kematian di Kabupaten Tegal di angka 4,19 persen dari 190 kasus kematian akibat Covid-19.

Angka ini memang lebih rendah dari tingkat kematian secara keseluruhan di Jawa Tengah yang mencapai 6,24 persen.

Dirinya menyadari, kondisi pandemi telah menghambat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Tetapi Umi yakin, lewat keseriusan dan memaksimalkan menerapkan PPKM skala mikro sebagai upaya bersama, dapat dengan cepat memulihkan kondisi ekonomi.

"Perlu juga keteladanan kita dalam menegakan 5M agar tidak terjadi kecemburuan sosial," pesan Umi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved