Breaking News:

Berita Bisnis

Buruan Ganti Kartu ATM Mandiri ke Bentuk Chip, Mulai 1 April Bakal Ada Pemblokiran

Bank Mandiri bakal melakukan cleansing atau memblokir ATM nasabah berbentuk Mandiri Debit Magnetic Stripe mulai 1 April.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi kartu ATM. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA – Bank Mandiri bakal melakukan cleansing atau memblokir ATM nasabah berbentuk Mandiri Debit Magnetic Stripe mulai 1 April. Karenanya, agar tetap lancar bertransaksi, pihak bank meminta nasabah segera mengganti ATM menjadi Mandiri Debit Chip.

Dikutip dari laman bankmandiri.co.id, proses cleansing atau blokir dilakukan bertahap sesuai kriteria expiry date atau batas masa aktif kartu.

Tahap pertama, kartu ATM yang memiliki expiry date 2021-2022 bakal diblokir pada 1 April 2021.

Berikutnya, tahap kedua, yakni kartu ATM dengan expiry date 2023-2025 dijadwalkan pemblokiran pada 1 Juni 2021.

Adapun tahap ketiga, kartu ATM dengan expiry date 2026-2030 akan diblokir pada 1 Juli 2021.

Peredaran Uang Palsu di Jateng Meningkat Tiga Tahun Terakhir, BI Imbau Juga Keaslian Uang dari ATM

Robek Struk ATM Sebelum Dibuang, Ini Alasannya

Rilis Kartu e-Money co-Branding Shopee dan Garena Games, Bank Mandiri Total Terbitkan 22 Juta Kartu

Dalam laman tersebut dijelaskan bahwa penggantian kartu debit berbasis Magnetic Stripe menjadi Chip sesuai arahan Bank Indonesia. Hal ini dilakukan demi keamanan nasabah dalam bertransaksi menggunakan Mandiri Debit.

"Bank Mandiri menerbitkan kartu Mandiri Debit Chip, sesuai dengan ketentuan atau regulasi dari BI, yaitu Surat Edaran Bank Indonesia No. 17/52/DKSP tanggal 30 Desember 2015 tentang Implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number pada Kartu ATM dan / atau Kartu Debit yang diterbitkan di Indonesia," tulis laman bankmandiri.co.id, dikutip pada Kamis (11/2/2021)

Seluruh jenis Mandiri Debit Magnetic Stripe wajib dilakukan penggantian, kecuali kartu bansos dan tani.

Dijelaskan pula, konversi ini diperlukan untuk meningkatkan keamanan transaksi kartu debit, baik dari sisi nasabah, toko/merchant, maupun bank sebagai penyedia jasa.

"Kartu berbasis chip relatif lebih aman dibandingkan transaksi menggunakan kartu berbasis magnetic stripe karena mengurangi risiko pencurian data nasabah dan transaksi skimming," tulis laman itu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved