Breaking News:

Berita Jateng

Peredaran Uang Palsu di Jateng Meningkat Tiga Tahun Terakhir, BI Imbau Juga Keaslian Uang dari ATM

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah (KPwBI Provinsi Jateng) mencatat kenaikan peredaran uang palsu di Jateng, tiga tahun terakhir.

Tribunnews.com
Ilustrasi uang palsu (upal). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah (KPwBI Provinsi Jateng) mencatat kenaikan peredaran uang palsu di Jateng, tiga tahun terakhir ini.

"Selama tiga tahun terakhir ini, terhitung dari tahun 2018 hingga tahun 2020, ada kecenderungan meningkatnya uang palsu di Jateng. Dimana total uang palsu di Jateng pada tahun 2018 sebanyak 21 ribu lembar uang palsu, tahun 2019 sebanyak 17 ribu lembar uang palsu, dan di tahun 2020 mencapai 28 ribu lembar uang palsu," ungkap Kepala Grup Sistem Pembayaran KPwBI Provinsi Jateng, Andry Prasmuko, Minggu (3/1/2021).

Dikatakan Andry, uang palsu yang beredar tersebut dalam beragam pecahan, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 100 ribu.

Menghadapi hal ini, KPwBI Provinsi Jateng terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait ciri-ciri keaslian uang rupiah guna meminimalkan adanya penyebaran uang palsu.

Baca juga: Vikasso Beli Sepaket Seharga Rp 3 Juta, Pasutri Edarkan Uang Palsu Saat Berwisata ke Wonosobo

Baca juga: Bikin dan Edar Uang Palsu Akhirnya Terhenti, Polrestabes Semarang: Empat Pelaku Satu Sindikat

Baca juga: Bukannya Lapor Polisi, Uang Palsu yang Didapat Pemuda Asal Purbalingga Ini Justru untuk Beli Ponsel

Baca juga: Sadar Dapat Uang Palsu dari Penjualan Kambing, Warga Purworejo Ini Malah Gunakan Berbelanja di Pasar

"Kami, tentunya terus mencoba melakukan sosialisasi uang palsu agar masyarakat mengerti bagaimana membedakan uang kertas asli dan uang kertas palsu," jelasnya.

"Biasanya, kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat lewat cara datang langsung ke lokasi. Namun, mengingat saat ini tengah berada dalam situasi pandemi maka sosialisasi dilakukan secara virtual dan kami juga terus melakukan kontrol di masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng Pribadi Santoso mengimbau masyarakat yang menarik uang dari mesin ATM untuk memastikan keaslian uang rupiah yang diambil sebelum meninggalkan lokasi ATM.

"Selain itu, untuk menghindari adanya uang palsu, masyarakat juga diimbau melakukan transaksi secara nontunai. Transaksi nontunai juga disarankan dilakukan di masa pandemi ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19," tutur Pribadi. (*)

Baca juga: KABAR DUKA, Kepala Dispermades Kabupaten Tegal Tutup Usia setelah Dinyatakan Negatif Covid-19

Baca juga: Vaksin Covid-19 Mulai Didistribusikan ke 34 Provinsi, Bali Siap Vaksinasi Mulai 22 Januari 2020

Baca juga: PSIS Semarang Siap Kehilangan Poin jika Liga 1 Bergulir Februari, Ini Alasan CEO PSIS

Baca juga: Resmikan Destinasi Baru, Bupati Pekalongan Asip Promosikan Curug Bendo sebagai Wisata Sehat

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved