Breaking News:

Berita Tegal

KABAR DUKA, Kepala Dispermades Kabupaten Tegal Tutup Usia setelah Dinyatakan Negatif Covid-19

Kepala Dinas Permades Kabupaten Tegal Muhtadi meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi Semarang, Minggu (3/1/2021).

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Ucapan bela sungkawa yang dipublikasikan Humas Pemkab Tegal atas meninggalnya Kepala Dinas Permades Kabupaten Tegal Muhtadi, Minggu (3/1/2021) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Kepala Dinas Permades Kabupaten Tegal Muhtadi meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi Semarang, Minggu (3/1/2021). Muhtadi menjalani perawatan medis akibat terpapar virus Covid-19.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi Setiadji, saat melayat ke rumah duka di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.

Hendadi menjelaskan, tanggal 15 Desember 2020, Muhtadi melakukan konsultasi dan mengeluh tidak enak badan, demam, dan menanyakan obat.

Baca juga: Sebelum Ditutup 30-31 Desember, Wisata Air Guci Sedot Pengunjung dari Luar dan Dalam Kabupaten Tegal

Baca juga: PAI Tegal Diserbu Pengunjung, Disporapar: Besok Minggu Kemungkinan Capai 2.000 Orang

Baca juga: Cerita Haru Viralnya Pemuda Gali Kuburan di Tegal, Wawan Mengalami Gangguan Saraf

Baca juga: Di Penghujung Tahun 2020, Angka Kesembuhan Covid-19 di Kota Tegal Diklaim Capai 80 Persen

Sebelumnya, pada tanggal 8 Desember, almarhum sudah melakukan tes swab dan hasilnya negatif.

Namun, karena kondisinya tidak kunjung membaik, pada tanggal 21 Desember, Hendadi menyarankan Muhtadi menjalani tes swab lagi di Dinkes Kabupaten Tegal.

Karena kondisinya tidak membaik dan mengalami demam tinggi, Muhtadi disarahkan menjalani perawatan di RSUD dr Soeselo Slawi. Di sana pun almarhum kembali melakukan tes swab.

"Hasil swab tanggal 21 Desember di Dinkes, positif. Dan, hasil swab tanggal 22 Desember di RSUD Soeselo juga positif Covid-19. Sehingga, jika ditanya almarhum Muhtadi meninggal karena Covid-19, ya memang yang menyebabkan kerusakan paru-paru sampai gagal napas karena terpapar Covid-19," imbuhnya.

Meskipun hasil akhir tes swab yang dilakukan Muhtadi menunjukan negatif namun, dijelaskan Hendadi, infeksi Covid-19 telah merusak organ paru-paru.

Atau, sesuai penuturan Hendadi, kerusakan tersebut bernama alveolus paru-paru yang meluas.

Sehingga, Muhtadi sempat mengalami gagal napas dan ada pembengkakan di jantung.

"Jadi, kerusakan organ-organ karena hipoksia sehingga walaupun virusnya negatif tapi jaringan paru-paru kerusakannya sudah permanen. Ya, intinya penyebab awal kerusakan paru-paru bapak Muhtadi karena Covid-19," jelasnya.

Hendadi menegaskan, meski sempat terpapar Covid-19 tapi secara medis tidak akan menularkan. Karena, penularan bisa terjadi melalui dahak atau cairan dari hidung dan mulut.

Terlebih, dari pihak RSUP Dr Kariadi Semarang juga tidak menerapkan pemulasaran jenazah secara protokoler kesehatan karena melihat hasil swab terakhir yang menunjukan hasil negatif.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Mulai Didistribusikan ke 34 Provinsi, Bali Siap Vaksinasi Mulai 22 Januari 2020

Baca juga: PSIS Semarang Siap Kehilangan Poin jika Liga 1 Bergulir Februari, Ini Alasan CEO PSIS

Baca juga: Resmikan Destinasi Baru, Bupati Pekalongan Asip Promosikan Curug Bendo sebagai Wisata Sehat

Baca juga: Pascakasus Cabai Dicat, Bupati Temanggung: Cabai Merahnya Asli, Segarnya Asli, Hasil Panen Langsung

"Di keluarga Muhtadi juga ada yang terpapar Covid-19, yaitu isteri dan kedua anaknya. Namun, semuanya tanpa gejala dan saat ini sedang melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Sedangkan untuk swab yang kedua, hasilnya belum keluar," pungkasnya.

Muhtadi belum lama menjabat kepala Dinas Permades Kabupaten Tegal. Dia dilantik pada 2 Desember. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kabag Kesra Setda Kabupaten Tegal. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved