Berita Pekalongan
Resmikan Destinasi Baru, Bupati Pekalongan Asip Promosikan Curug Bendo sebagai Wisata Sehat
Terbaru, objek wisata Curug Bendo di Dukuh Pakuluran, Desa Sidoharjo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Daftar destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan bertambah. Terbaru, objek wisata Curug Bendo di Dukuh Pakuluran, Desa Sidoharjo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Objek wisata air terjun ini bisa menjadi alternatif saat wisatawan berkunjung ke Kecamatan Doro, selain Bengkelung Park yang sudah ada.
Curug Bendo memiliki ketinggian sekitar 10 meter.
Lokasinya berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Kajen, dengan jarak tempuh sekitar satu jam.
Objek wisata yang dikelola kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan LMDH setempat itu diresmikan di tengah pandemi Covid-19.
Baca juga: Dalam Sepekan, Tercatat Ada 2.324 Pemudik Natal dan Tahun Baru Tiba di Kabupaten Pekalongan
Baca juga: Wakil Bupati Pekalongan: Ibadah dan Misa Natal Tidak Boleh Mengajak Anak-anak dan Manula
Baca juga: Viral, Video Wanita Bermasker Curi Perhiasan di Toko Emas di Kota Pekalongan. Begini Modusnya
Baca juga: Puluhan Rumah di Bodas Kabupaten Pekalongan Amblas, Sejumlah Keluarga Memilih Mengungsi
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, secara umum, wisata Curug Bendo belum dibuka secara luas, sifatnya masih diujicoba.
Nantinya, saat pandemi Covid-19 selesai, tempat wisata tersebut dibuka untuk umum.
"Ini dibuka tapi secara terbatas. Nanti, kalau Covid-19 selesai, akan kami buka secara luas dan masyarakat silakan menikmati eksotisme keindahan alam Curug Bendo ini," kata Bupati Asip seusai membuka Curug Bendo, Sabtu (2/1/2021).
Menurutnya, Curug Bendo masih perlu dikelola secara baik.
Sambil menikmati keindahan air terjun dan segarnya udara di kawasan tersebut, pengunjung bisa menikmati makanan lokal di warung-warung makan yang tersedia.
"Curug Bendo merupakan tempat wisata berupa paduan antara water fall (air terjun) dengan river (sungai). Disamping itu, makanannya (local food) juga banyak. Ada kopi khas Sidoharjo, ada pula juruh (semacam legen)," ujarnya.
Asip mengungkapkan, pemerintah akan mendorong agar destinasi wista berbasis komunitas dan dikelola oleh anak-anak muda semacam itu akan terus didorong supaya lebih bagus dan lebih berdayaguna lagi sehingga bisa memberikan income tambahan untuk desa.
"Penataan wisata menjadi konsen kami, untuk menambah penghasilan masyarakat, sekaligus tujuan besarnya adalah memelihara alam agar tetap lestari," ungkapnya.
Sementara itu, Kades Sidoharjo Surono menjelaskan, wisata Curug Bendo dirintis pada tahun 2017.
Namun, karena permasalahan modal dan akses jalan yang kurang mendukung, obyek wisata ini sempat vakum dan bahkan mangkrak.