Berita Pekalongan

Puluhan Rumah di Bodas Kabupaten Pekalongan Amblas, Sejumlah Keluarga Memilih Mengungsi

Puluhan rumah di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terancam longsor.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Tanah amblas membuat halaman dan bagian dalam rumah warga retak di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (14/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Puluhan rumah di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terancam longsor. Retakan mulai terlihat, bahkan merusak bangunan rumah.

"Benar, Mas, di Desa Bodas terjadi tanah bergerak dan tanah longsor hari Senin (14/12/2020) sekitar pukul 10.00 WIB. Kalau tanah longsor, terjadi di area persawahan dan jalan. Di area persawahan kurang lebih 5 hektar longsor," kata Handoyo, perangkat Desa Bodas, saat dihubungi, Selasa (15/12/2020) pagi.

"Lokasi tanah bergerak ada di Dukuh Bodas 1, di antaranya di RT 01 dan RT 02. Lalu, di Dukuh Bodas 2, tepatnya di RT 03. Total, ada sekitar 86 rumah yang terdampak dari bencana tersebut," imbuhnya.

Handoyo mengungkapkan, tanah bergerak ini diduga dipicu hujan yang mengguyur di wilayah Desa Bodas.

"Hari Minggu (13/12/2020), di wilayah Bodas, diguyur hujan berintensitas tinggi hingga malam. Lalu, kondisi tanah memang labil sehingga sejumlah rumah berada di dua dukuh tersebut mengalami retak. Bahkan, hingga Senin malam, tanah juga masih gerak," ungkapnya.

Baca juga: 2 Rumah di Kandangserang Kabupaten Pekalongan Rusak Tertimpa Longsoran, 1 Keluarga Mengungsi

Baca juga: Pasien Covid-19 Membeludak Hingga Selasar, RSUD Kajen Pekalongan Tutup Sementara Layanan IGD

Baca juga: Gelombang Tinggi Hantam Tanggul Pantai Sari Pekalongan Hingga Jebol, Air Laut Masuk Permukiman

Baca juga: Legowo Terima Hasil Hitung Cepat Pilkada Pekalongan, Asip-Sumarwati Beri Selamat Fadia-Riswadi

Akibat kejadian ini, beberapa keluarga mengungsi ke tempat lebih aman. Terutama, mereka yang rumahnya mengalami retak.

"Ada beberapa keluarga mengungsi di tempat saya, di RT 11. Kalau warga yang halaman rumahnya retak, masih bertahan. Tapi, kalau retaknya masuk rumah atau di bangunan rumah yang sudah parah, mengungsi di rumah saudara," ucapnya.

Sementara itu, Danramil Kandangserang Lettu Inf Jumarno, saat dihubungi, membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Benar, Mas, ada dua dukuh di Desa Bodas mengalami bencana alam tanah gerak yang menimpa sejumlah rumah," kata Lettu Inf Jumarno.

Menurutnya, dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa dan hanya kerugian material.

"Melihat keretakan yang terjadi dan gestur tanah yang labil, sangat membahayakan keselamatan warga. Sehingga, perlu dilakukan evakuasi mengingat dalam sepekan terakhir, masih sering terjadi hujan. Kami, TNI-Polri dan perangkat desa, sudah memberikan imbauan kepada warga agar selalu waspada," ujarnya. (*)

Baca juga: KABAR DUKA, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Dr Anjar Nugroho Tutup Usia

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 15 Desember 2020 Rp 1.923.000 Per 2 Gram

Baca juga: Tingkat Partisipasi Pemilih Tertinggi di Boyolali Capai 89,53%, Terendah Grobogan Hanya 63,55%

Baca juga: Jateng Sudah Ada Dua Tempat Isolasi Terpusat, Totalnya 1.474 Bed, Sudah Terisi 81 Pasien

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved