Berita Kriminal

Bikin dan Edar Uang Palsu Akhirnya Terhenti, Polrestabes Semarang: Empat Pelaku Satu Sindikat

Para pelaku diketahui sudah melancarkan aksinya selama sekira tiga tahun hingga ditangkap secara bergantian hingga 3 November 2020.

Editor: deni setiawan
thikstockphotos
ILUSTRASI mata uang Rupiah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Satreskrim Polrestabes Semarang menangkap empat anggota sindikat pembuat dan pengedar uang palsu senilai Rp 1 miliar.

Keempat pelaku yakni, YS (31) warga Muktiharjo Kidul Kota Semarang, S (51) warga Leksono Kabupaten Wonosobo.

AS (49) warga Plelen Kabupaten Batang, dan YN (35) warga Singojuruh Kabupaten Banyuwangi.

Baca juga: Direktur RSUD Temanggung: Mayoritas Pasien Ketahuan Kena Covid-19 Seusai Screening di Rumah Sakit

Baca juga: Cuci Darah Tak Perlu Lagi Antre Lama, RSUD Banjarnegara Tambah Mesin dan Kamar Khusus Hemodialisa

Baca juga: Karena Jual Jenitri Tak Laku, Residivis Ini Bobol Rumah di Kebumen, Congkel Jendela Gunakan Linggis

Baca juga: Alasan Kasus Covid-19 Masih Tinggi di Jateng, Bambang Kusriyanto Minta KBM Tatap Muka Dikaji Ulang

"Pelaku membuat uang palsu melalui aplikasi di komputer."

"Barang bukti yang kami sita ada delapan printer dan satu komputer," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliasyah Lubis seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (27/11/2020).

Dia menambahkan, uang palsu tersebut dicetak oleh tersangka berinisial YS (31).

Tersangka YS menjual 100 lembar uang palsu pecahan Rp 100.000 kepada AS seharga Rp 2,7 juta.

Tersangka AS kemudian menjual kepada S seharga Rp 3 juta.

Oleh tersangka S dan YN, uang palsu disetorkan ke anjungan tunai mandiri (ATM).

Kedua tersangka menyetorkan Rp 500.000 uang asli dan Rp 500.000 uang palsu ke mesin ATM.

"Dipisahkan kemudian ditempelkan dengan yang palsu dan dimasukkan ke mesin ATM."

"Saldo mereka tambah dan dia ambil di ATM lainnya."

"Sehingga dia ambil uang asli."

"Sekali masukkan Rp 1-2 juta," katanya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved