Breaking News:

Berita Kriminal

Karena Jual Jenitri Tak Laku, Residivis Ini Bobol Rumah di Kebumen, Congkel Jendela Gunakan Linggis

Pengakuan tersangka AD, ia nekat mencuri karena selama 6 bulan sama sekali tidak memperoleh pemasukan dari usahanya jual beli biji Jenitri. 

Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - AD (34) warga Desa Kemangguan, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen bersama teman yang juga tetangganya, DW (30) harus berurusan dengan polisi karena ketahuan mencuri, Kamis (22/11/2020) sekira pukul 21.00.

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, para tersangka mencuri dengan cara mencongkel jendela menggunakan linggis saat pemilik rumah pergi.

Baca juga: Sesaat Terdengar Petir, Warga Puring Kebumen Ini Tergeletak di Sawah, Tubuh Korban Dipenuhi Luka

Baca juga: Pemuda Ini Tak Berkutik saat Anggota Polres Kebumen Temukan Pipet Kaca Berisi Sisa Sabu Ada di Tas

Baca juga: Jadi Penyebab Angka Stunting Tinggi? Dana Menyebut Konsumsi Ikan Masyarakat Kebumen Masih Rendah

Baca juga: Biaya Urus Sertifikat PTSL Maksimal Cuma Rp 300 Ribu, Bupati Kebumen: Ganti Patok dan Materai

Saat itu, pemilik rumah sedang mengikuti pengajian di rumah tetangga.

Situasi ini ternyata dimanfaatkan oleh mereka.

Keduanya saling membagi tugasnya masing-masing. 

"Tersangka AD menunggu di luar, sedang tersangka DW melakukan eksekusi masuk ke dalam rumah," jelas AKBP Rudy kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (27/11/2020).

Tersangka berhasil menggasak barang berharga milik korban.

Yakni berupa uang tunai senilai Rp 36 juta, 3 cincin emas seberat 10 gram, dan satu anting seberat 5 gram, serta sebuah handphone Android merk Infinix. 

Pengakuan tersangka AD, ia nekat mencuri karena selama 6 bulan sama sekali tidak memperoleh pemasukan dari usahanya jual beli biji Jenitri

Baik tersangka AD maupun DW, ternyata keduanya adalah residivis.

Tersangka AD pernah berurusan dengan hukum karena kasus pemerasan pada 2018.

Sedangkan tersangka DW pernah terjerat hukum keluar masuk penjara sebanyak 4 kali karena beberapa kasus pidana. 

Kini karena perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan ancaman hukuman paling lama 7 tahun. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Butuh Donasi Hingga 20 Ribu Ecobrick, DLH Kota Semarang Hendak Bikin Taman, Mulai Tahun Depan

Baca juga: Serapan Pajak Belum Penuhi Target Tahun Ini, BKD Kota Salatiga Masifkan Program Pendukung

Baca juga: Akhirnya Terungkap, Sosok Pencuri di Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga Ternyata Penjaganya Sendiri

Baca juga: Rusunawa Tegalsari Sudah Ditempati, Wawali Kota Tegal: Delapan Pasien Sedang Jalani Isolasi Mandiri

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved