Breaking News:

Berita Tegal

KBM Tatap Muka di Kabupaten Tegal Kembali Ditunda, Disdikbud: Tunggu Surat Edaran Berikutnya

Rencana Pemerintah Kabupaten Tegal kembali membuka kegiatan belajar mengajar tatap muka bagi siswa PAUD, SD, SMP, juga PKBM/SKB, kembali ditunda.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Akhmad Was'ari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal kembali membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka bagi siswa PAUD, SD, SMP, juga PKBM/SKB, kembali ditunda.

Hal ini sesuai surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal No 420/04/06420/2021 mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar siswa.

Sebelumnya, Pemkab Tegal menjadwalkan pembelajaran tatap muka dilaksanakan lagi mulai 8 Februari 2021.

Namun, menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 pada 5 Februari lalu, rencana KBM tatap muka tidak jadi terlaksana.

Jelang KBM Tatap Muka di Kabupaten Tegal Mulai 8 Februari, Guru ke Luar Kota Wajib Kantongi Izin

Orang yang Punya Penyakit Ini Tak Bisa Divaksin Covid, Berikut Penjelasan Dinkes Kabupaten Tegal

Tempat Wisata dan Mal di Kabupaten Tegal Tetap Buka saat Gerakan Jateng di Rumah Saja, Ini Alasannya

Orang yang Punya Penyakit Ini Tak Bisa Divaksin Covid, Berikut Penjelasan Dinkes Kabupaten Tegal

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Akhmad Was'ari, membenarkan kabar mengenai penundaan KBM tatap muka tersebut.

Ia mengungkapkan, Instruksi Menteri Dalam Negeri berisi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan.

Selain itu, keputusan penundaan KBM tatap muka juga berdasarkan hasil konsultasi dengan tim Gugus Tugas Covid-19 tingkat Kabupaten.

"Mendasari instruksi Menteri Dalam Negeri maka mulai Selasa (9/2/2021) besok, proses KBM siswa kembali dilaksanakan sistem jarak jauh atau daring. Sampai diterbitkannya surat edaran berikutnya," jelas Was'ari, kepada Tribunbanyumas.com, Senin (8/2/2021).

Was'ari menuturkan, ia kembali menerapkan pembatasan mobilitas dan memberlakukan pemberian izin dengan sangat ketat.

Terutama, bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang akan melakukan perjalanan ke luar wilayah Kabupaten Tegal.

Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 8 Februari 2021 Rp 1.900.000 Per 2 Gram

Lebih dari 100 Ribu Nakes Pernah Terpapar Covid, Menkes: Vaksinasi kepada Mereka Ditunda

Banjir Terjang 3 Kecamatan di Kota Pekalongan, Ini 16 Titik Pengungsian yang Disiapkan

Bagi mereka yang mendapatkan izin dari atasan untuk perjalanan atau tugas ke luar Kabupaten Tegal maka wajib melaukan rapid test antigen atau swab, sebelum dan sesudah perjalanan luar kota.

"Kami akan mengoptimaslisasikan Satgas Covid-19 di tingkat satuan pendidikan, sekaligus mengampanyekan kepatuhan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Kami juga mengikuti perkembangan kasus Covid-19 untuk membuat keputusan. Maka, kebijakan bisa berubah kapan saja. Sehingga, apabila terdapat perkembangan baru maka akan diterbitkan surat edaran berikutnya," terang Was'ari. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved