Breaking News:

Berita Tegal

Jelang KBM Tatap Muka di Kabupaten Tegal Mulai 8 Februari, Guru ke Luar Kota Wajib Kantongi Izin

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal berencana menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka, 8 Februari 2021.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Akhmad Was'ari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal berencana menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka, 8 Februari 2021. Rencana ini bakal diterapkan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, dan SMP.

Keputusan tersebut merupakan penundaan yang ketiga kalinya. Sebelumnya, KBM tatap muka direncanakan dimulai 18 Januari 2021. Namun, terpaksa diundur lantaran kasus Covid-19 masih melonjak.

Kemudian, sekolah direncanakan dibuka pada 30 Januari 2021. Namun, lantaran pemerintah memperpanjang pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), rencana ini pun terpaksa mundur.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Akhmad Was'ari membenarkan jika penundaan KBM tatap muka diperpanjang sampai 8 Februari 2021.

Baca juga: Gula Darah Tinggi, Wali Kota Tegal Gagal Jalani Vaksinasi Tahap Pertama

Baca juga: Bayar Denda Rp 50 Juta, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Kini Jalani Percobaan Kasus Konser Dangdut

Baca juga: Orang yang Punya Penyakit Ini Tak Bisa Divaksin Covid, Berikut Penjelasan Dinkes Kabupaten Tegal

Baca juga: Bapak dan Anak Kompak di Tegal, Sulap Drum Bekas Jadi Furniture Cantik, Dijual Bisa Capai Rp 3 Juta

Keputusan tersebut, menurutnya, sesuai instruksi dari Provinsi Jawa Tengah dan Kemendikbud RI.

Terlebih, ia juga melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal dan sekitarnya yang masih belum menentu.

"Betul, rencana pembelajaran tatap muka yang seharusnya 30 Januari kembali diundur pada 8 Februari mendatang. Siswa kembali melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau daring. Surat edaran masih dalam proses dan nantinya akan segera kami berikan ke pihak sekolah," ungkap Was'ari, Selasa (26/1/2021).

Pihaknya akan kembali menerapkan pembatasan mobilitas dan memberlakukan pemberian izin dengan sangat ketat.

Terutama, bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang akan melakukan perjalanan ke luar wilayah Kabupaten Tegal.

Bagi mereka yang mendapatkan izin dari atasan untuk perjalanan atau tugas ke luar Kabupaten Tegal maka wajib melaukan rapid test antigen sebelum dan sesudah perjalanan luar kota.

"Kami juga akan mengoptimaslisasikan Satgas Covid-19 di tingkat satuan pendidikan, sekaligus mengampanyekan kepatuhan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan," katanya.

"Kami juga mengikuti perkembangan kasus Covid-19 untuk membuat keputusan maka kebijakan bisa berubah kapan saja. Sehingga, apabila terdapat perkembangan baru maka akan diterbitkan surat edaran berikutnya," terang Was'ari.

Baca juga: Liga 1 Vakum, Bek PSIS Semarang Alih Profesi Sementara Jadi Penjual Durian

Baca juga: Warga Brecong Kebumen Tewas Tertimpa Pohon Tumbang, Polisi Temukan Seutas Tali Plastik di Pohon

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pesanan Konveksi di Pasar Kliwon Kudus Mulai Naik. Kebanyakan dari Indonesia Timur

Rencananya, pelaksanaan KBM tatap muka selama pandemi Covid-19 hanya berlangsung dua jam. Bagi kelas rendah (kelas 1-3) SD, pembelajaran berlangsung pukul 07.00-09.00 WIB.

Sedangkan untuk kelas tinggi (kelas 4-6) SD dan SMP, berlangsung tiga jam, pukul 07.00 WIB-10.00 WIB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved