Berita Kudus

Jelang Ramadhan, Pesanan Konveksi di Pasar Kliwon Kudus Mulai Naik. Kebanyakan dari Indonesia Timur

Pedagang menduga, kenaikan permintaan ini terjadi lantaran mendekatnya bulan Ramadan sehingga banyak pesanan dalam partai besar ke sejumlah daerah.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Aktivitas penjualan di Pasar Kliwon Kudus, Selasa (26/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Sejumlah pedagang grosir di Pasar Kliwon Kudus mulai merasakan dampak kenaikan penjualan meski pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Pedagang menduga, kenaikan permintaan ini terjadi lantaran mendekatnya bulan Ramadan sehingga banyak pesanan dalam partai besar ke sejumlah daerah.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) Sulistyanto mengatakan, selama pandemi Covid-19, penjualan mengalami penurunan 60-70 persen dibandingkan kondisi normal.

Namun, saat ini, penjualan mulai terdongkrak naik karena banyaknya pesanan dari luar kota.

"Meski Ramadan masih empat bulan lagi tapi sudah mulai terasa kenaikannya untuk penjualan grosir. Kebanyakan, pengiriman ini ke wilayah Indonesia timur," jelas Sulis saat ditemui di Pasar Kliwon Kudus, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Pemkab Kudus Tegur Pengelola Makam Sunan Muria, Banyak Wisatawan Luar Daerah Kucing-kucingan

Baca juga: Butuh Donor Plasma Darah Golongan O untuk Terapi Konvaselen Covid? Kontak Saja Ketua DPRD Kudus

Baca juga: Jadi Penerima Vaksin Covid Pertama di Kudus, Plt Bupati: Ini Bukan Vitamin C, Ya

Baca juga: Siap-siap, Mobil Parkir di Sisi Utara City Walk Kudus Bakal Digembok

Sulis menambahkan, kondisi kenaikan penjualan grosir ini diperkirakan berlangsung sampai bulan ‎Ramadan.

"Pada ‎saat Ramadan, sudah nggak grosir tapi lebih banyak retail atau eceran," ujar dia.

Selama penerapan PPKM dua pekan terakhir, aktivitas di pasar mengalami penurunan. Lebih banyak konsumen berbelanja secara daring.

"Kami tetap melaksanakan protokol kesehatan dan sebagian penjualan juga lewat daring," ujar dia.

Sulis menjelaskan, poduk yang paling laku keras pada saat ini adalah barang konveksi.

"Sekarang, model penjualannya secara daring, terbanyak adalah konveksi," ucapnya.

‎Sementara itu, Idayanti (37), pemilik Toko Hellin Jaya, menceritakan, penjualan grosir ke wilayah timur sudah ada.

Namun, dia menilai, penjualan produknya belum banyak seperti saat kondisi normal.

"Pesanan memang sudah ada tapi nggak banyak seperti saat Lebaran kemarin. Jadi, saya juga nggak berani stok banyak," jelas dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved