Breaking News:

PSIS Semarang

Liga 1 Vakum, Bek PSIS Semarang Alih Profesi Sementara Jadi Penjual Durian

Tak mau berpangku tangan, Frendi mencoba belajar berbisnis di tengah penundaan kompetisi saat ini.

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Bek PSIS Semarang Frendi Saputra mencoba usaha berdagang durian di kampung halamannya di Punggur, Lampung Tengah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Vakumnya kompetisi sepak bola nasional tak hanya berdampak pada finansial klub tetapi juga para pelaku sepakbola, termasuk pemain.

Beberapa klub memutuskan tak lagi membayar gaji ke pemain dan official tim mulai awal 2021, meski ada pula yang memilih memangkas gaji.

Satu di antara pemain yang terdampak adalah bek PSIS Semarang, Frendi Saputra.

Tak mau berpangku tangan, Frendi mencoba belajar berbisnis di tengah penundaan kompetisi saat ini.

Dia mencoba peruntungan berjualan buah durian. Kebetulan, awal tahun 2021 ini, kampung halamannya di Lampung Tengah memasuki musim panen durian.

Baca juga: Doa dan Harapan Pelatih PSIS Semarang, Dragan: Segeralah Kompetisi Liga 1 2021 Digelar

Baca juga: Nasib Fandi Eko Utomo Belum Jelas di PSIS Semarang, Imbas Liga 1 2020 Disetop

Baca juga: Liga 1 2020 Disetop, Pelatih PSIS Semarang Punya Harapan Sekaligus Permintaan Ini

Baca juga: Resmi Dijadikan Homebase, Pemprov Jateng Izinkan PSIS Gunakan Stadion Jatidiri Semarang

Sebelumnya, eks pemain Perserang Serang tersebut juga pernah menjajal usaha berjualan buah nanas.

"Iya, saya mencoba jualan durian, ini sembari mengisi kekosongan liga. Alhamdulillah, lumayanlah untuk menambah pemasukan. Mulai jualan ini semenjak mulai musim durian di tempat tinggal saya," kata Frendi kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (26/1/2021).

Durian yang ia jual didapatkan dari petani durian di Lampung Tengah.

"Saya jual eceran, dapat dari petani," jelasnya.

Meski disibukkan dengan usaha berjualan durian, Frendi mengaku tetap menjaga kondisi fisiknya.

"Karena bagaimanapun, saya, sebagai seorang atlet, harus bisa menjaga kondisi. Bukan berarti, kompetisi vakum, saya leluasa ngapa-ngapain. Tetap jaga kondisi, jaga kebugaran, kadang juga ikut main bola di kampung dengan teman-teman di sini," ujarnya. (*)

Baca juga: Warga Brecong Kebumen Tewas Tertimpa Pohon Tumbang, Polisi Temukan Seutas Tali Plastik di Pohon

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pesanan Konveksi di Pasar Kliwon Kudus Mulai Naik. Kebanyakan dari Indonesia Timur

Baca juga: Terekam Kamera CCTV, Begini Kronologi Penusukan Karyawan Hamil Minimarket di Colomadu Karanganyar

Baca juga: Kematian di DKI Jakarta Capai 190 Kasus Per Hari, Pemprov Buka 4 Lahan Baru Pemakaman

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved