Berita Karanganyar

Terekam Kamera CCTV, Begini Kronologi Penusukan Karyawan Hamil Minimarket di Colomadu Karanganyar

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Tegar Satrio Wicaksono menyampaikan, dugaan ini diperoleh dari hasil analisa rekaman kamera CCTV minimarket.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/AGUS ISWADI
Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Tegar Satrio Wicaksono saat ditemui, Selasa (26/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Pelaku penganiayaan terhadap karyawati minimarket di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, diduga residivis.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Tegar Satrio Wicaksono menyampaikan, dugaan ini diperoleh dari hasil analisa rekaman kamera pengawas CCTV minimarket.

Pihaknya juga telah meminta keterangan secara lisan terhadap korban yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit di daerah Solo.

"Kami sudah memetakan, menganalisa. Didapat, pelaku penganiaayan di Colomadu cenderung psikopat. Masih (motif) kami dalami. Mohon doanya. Kemungkinan dia residivis," kata Tegar saat ditemui di Kantor Satreskrim Polres Karanganyar, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Berjaga dalam Kondisi Hamil 7 Bulan, Pegawai Minimarket di Colomadu Karanganyar Tiba-tiba Diserang

Baca juga: Mengalami Luka Pendarahan, Emi Ditemukan Terbaring di Gudang Minimarket di Colomadu Karanganyar

Baca juga: Ditinggal Jualan Cilok ke Alun-alun, Rumah Kontrakan di Cangakan Karanganyar Ludes Terbakar

Baca juga: PKL di Karanganyar Dapat Kompensasi Rp 300 Ribu, Patuh Ikuti Aturan Tidak Berjualan Selama PPKM

Berdasarkan keterangan dari korban, antara pelaku dan korban belum saling kenal.

Dari rekaman CCTV tersebut, pelaku merupakan seorang pria muda. Saat kejadian, dia berniat membeli barang di minimarket tersebut.

Pelaku lantas meminta korban mencarikan barang yang dibutuhkan.

"Alat (menusuk korban) yang digunakan pisau lipat kecil. Yang bersangkutan beli, kemudian (barang) diantar. Ketika menuju barang kedua, (korban) kemudian ditusuk dan dianiaya," ucapnya.

Kasatreskrim Polres Karanganyar mengungkapkan, penganiayaan itu berlangsung 5-7 menit.

Korban dianiaya di dalam toko hingga akhirnya pelaku menyeret korban ke dalam gudang supaya tidak diketahui pengunjung.

Pelaku diketahui datang ke toko sendiri dengan berjalan kaki.

Kepolisian sudah memeriksa tujuh saksi serta mengamankan botol dan tisu dengan bercak darah yang diduga terkait kasus penganiayaan tersebut.

"BAP masih menunggu (korban) pulih. Sementara hanya keterangan lisan. Alhamdulilah, kandungan tidak berpengaruh, kondisinya stabil. Ini masih dirawat di rumah sakit," ungkapnya.

Dia menuturkan, ada uang di kasir senilai Rp 270 ribu yang hilang, seusai kejadian penganiayaan tersebut.

"Sebenarnya ada laci berisi uang lebih banyak tapi pelaku tidak mengambilnya, mungkin ada motif lain," tuturnya.

Baca juga: Kematian di DKI Jakarta Capai 190 Kasus Per Hari, Pemprov Buka 4 Lahan Baru Pemakaman

Baca juga: Pemkab Kudus Tegur Pengelola Makam Sunan Muria, Banyak Wisatawan Luar Daerah Kucing-kucingan

Baca juga: Ajak Sarapan Bareng, Petinggi Chelsea Pecat Frank Lampard sebagai Pelatih

Baca juga: 5 Berita Populer: Ketua DPRD Kudus Siap Donor Plasma Darah-Jam Malam di Purbalingga Pukul 21.00 WIB

Diberitakan sebelumnya, Emi (39), karyawati minimarket di daerah Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, mengalami luka tusuk di bagian perut, tangan, pantat, lengan, dan lebam bagian wajah.

Emi dianiaya orang tak tak dikenal saat berjaga sendiri. Emi merupakan karyawan yang tengah hamil sekitar tujuh bulan.

Setelah ditemukan rekan kerjanya, warga Boyolali itu dalam kondisi bersimbah darah sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami pendarahan akibat luka tusuk di bagian perut. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved