Breaking News:

Berita Tegal

Orang yang Punya Penyakit Ini Tak Bisa Divaksin Covid, Berikut Penjelasan Dinkes Kabupaten Tegal

Namun, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal, Hendadi Setiadji mengatakan, tak semua warga bisa divaksin.

TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Kepala Dinkes Kabupaten Tegal Hendadi Setiadji memberi paparan terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dalam konferensi pers di rumah dinas bupati Tegal, beberapa hari lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia masih terus berlangsung, termasuk Kabupaten Tegal yang menunggu giliran.

Vaksinasi tahap pertama menyasar tenaga kesehatan (nakes). Secara bertahap, akan dilakukan pula kepada warga.

Namun, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal, Hendadi Setiadji mengatakan, tak semua warga bisa divaksin.

Terutama, mereka yang dalam kondisi tidak sehat. Di sinilah pentingnya skrining kesehatan sebelum vaksinasi.

"Sebetulnya, kalau penyakitnya masih terkendali, semisal Diabetes Melitus (DM), itu masih bisa mendapat vaksin. Tapi, bagi mereka yang memiliki penyakit imunologi, tidak bisa divaksin karena sakit ini menyerang imun atau kekebalan tubuh manusia sehingga tidak dianjurkan," jelas Hendadi, pada Tribunjateng.com, Minggu (24/2/2021).

Baca juga: Lokomotif Antik Sudah Siap Dipajang di Taman Pancasila Kota Tegal, Paling Lambat Akhir Januari Ini

Baca juga: Bapak dan Anak Kompak di Tegal, Sulap Drum Bekas Jadi Furniture Cantik, Dijual Bisa Capai Rp 3 Juta

Baca juga: Ibu Hamil, Anak-anak, dan Lansia Belum Boleh Divaksin Covid, Begini Penjelasan IDI Kabupaten Tegal

Baca juga: Tiga Bioskop di Kota Tegal Direncanakan Buka Awal Februari, Begini Skenarionya

Hendadi menyebutkan, penyakit yang masuk kategori imunologi atau penyakit yang menyerang daya tahan tubuh (imun) di antaranya yaitu asma, kanker, dan lupus.

Sementara, terkait teknis pendaftaran penerima vaksin Covid-19 bagi masyarakat umum, Hendadi masih menunggu aturan lanjutan.

"Nanti, pasti akan kami informasi dan sosialisasikan lagi ke masyarakat. Namun, yang perlu saya ingatkan, nanti, setelah melakukan vaksinasi 14 hari ke depan bisa menjalankan aktivitas seperti biasa dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 3M," ujarnya.

Hendadi menegaskan, setelah divaksin, masyarakat tidak boleh merasa sudah terbebas dari Covid-19. Karena itu, protokol kesehatan 3M harus tetap diterapkan.

Dia menegaskan, vaksin Covid-19 ini bukan untuk menyembuhkan tapi menambah kekebalan tubuh sehingga meminimalkan potensi tertular atau pun menularkan virus.

"Perlu saya ingatkan lagi, vaksin Covid-19 ini bukan segalanya untuk mengatasi pandemi. Meski sudah divaksin bukan berarti bebas dari serangan virus Covid-19 sehingga masyarakat tetap harus mematuhi prokes, pakai masker, jaga jarak, dan selalu cuci tangan pakai sabun di air mengalir," tegasnya. (*)

Baca juga: Dua Warga Bukateja Tewas dalam Sehari, Tersambar Petir dan Tertimpa Tembok

Baca juga: Vaksinasi Covid di Kudus Dimulai Senin Besok, Plt Bupati Jadi Orang Pertama Penerima Vaksin

Baca juga: CEO Safin Pati Football Academy Terpilih Jadi Pelatih Kepala Timnas Indonesia Wanita, Ini Programnya

Baca juga: 199 Sekolah Ngebet Gelear KBM Tatap Muka, Begini Respon Pemkab Kendal

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved