Berita Banjarnegara

Kasihan Pencopetnya Nenek Sebatang Kara, Lasiem Iklaskan Uang Rp 100 Ribu dan Tak Lapor Polisi

Polisi mencoba memediasi Lasiem, warga Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, yang menjadi korban pencopetan RT di Pasar Mandiraja Banjarnegara.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
Suasana Pasar Mandiraja Banjarnegara, Senin (1/2/2021). Di pasar inilah, nenek RT asal Cilacap ditangkap pedagang dan warga saat mencopet, Sabtu (30/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Berita tertangkapnya seorang nenek yang diduga mencopet di Pasar Mandiraja, Sabtu (30/1/2021) menarik perhatian.

Dalam video amatir warga, wanita berwajah keriput itu terlihat diinterogasi warga pasar dengan nada keras.

Ia terus ditekan hingga kerudungnya dijambak dan digiring ke kantor polisi.

Dari hasil pemeriksaan polisi, terungkap identitas wanita tersebut berinisial RT, warga Kecamatan Majenang, Cilacap.

Dari ujung barat Kabupaten Cilacap, jauh-jauh wanita itu pergi ke Mandiraja Banjarnegara.

Kapolsek Mandiraja AKP Suyit Munandar mengatakan, RT sempat singgah di Purwokerto lalu menumpang ojek ke Pasar Mandiraja.

Viral, Video Nenek Asal Cilacap Diarak Warga. Tertangkap Mencopet di Pasar Mandiraja Banjarnegara

Tak Lagi Ribet, Lapor dan Konsultasi dengan Jaksa di Kejari Banjarnegara Kini Cukup di PTSP

Ormas Hingga Polisi Bantu Korban Longsor di Glempang Banjarnegara, Ini yang Mereka Lakukan

Begini Sensasi Melahap Durian Lokal di Sigaluh Banjarnegara, Backgroundnya Gemericik Air Curug Pitu

Hingga dia diamankan oleh warga dan diserahkan ke Polsek Mandiraja untuk penanganan lebih lanjut.

Dilihat dari tubuhnya yang kurus dan ringkih, sulit rasanya membayangkan wanita tua itu berani melakukan kejahatan.

Polisi pun tak langsung memproses wanita itu secara pidana.
AKP Suyit mengatakan, pihaknya berusaha memertemukan wanita yang dituduh mencuri itu dengan korban.

"Malamnya kami pertemukan korban dengan si ibu itu," katanya, Senin (1/2/2021).

Pihaknya mencoba memediasi Lasiem, warga Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, yang menjadi korban pencopetan.

Lewat mediasi, mereka duduk bersama untuk menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan.

Kerugian yang dialami korban ternyata tidak seberapa. Dari hasil pemeriksaan polisi, korban mengaku kehilangan uang Rp 100 ribu dari dalam tasnya.

Lasiem pun sadar, kerugiannya tak seberapa. Karenanya, ia memutuskan tidak akan melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi secara resmi untuk proses hukum lebih lanjut.

"Saya, selaku pihak korban pencopetan, tidak akan melaporkan terduga pelaku pencopetan dikarenakan kerugian materi tidak seberapa," katanya.

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Gugat Perusahaan Pembuat Pesawat Boeinc Co

Terekam CCTV, Seorang Wanita Mencuri Ponsel di Masjid Pasar Baru Pemalang saat Pemilik Wudhu

Santri di Demak Tenggelam saat Mandi di Sungai Jajar Bintoro, Pencarian Memasuki Hari Kedua

Setiap Malam, Jalan Menuju Alun-alun Kabupaten Semarang Ditutup 3 Jam

Lasiem pun mengaku sudah mengikhlaskan uangnya yang hilang. Terlebih, RT sudah mengakui kesalahannya. Wanita itu pun sudah berusaha meminta maaf kepadanya.

Lasiem luluh hingga merasa iba ketika melihat latar belakang kondisi RT.

Terungkap fakta, perempuan itu sehari-hari hidup sebatang kara di rumahnya di Majenang, Cilacap. Ia pun menganggap permasalahan ini sudah terselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan.

"Tidak usah diproses hukum. Sebab saya merasa iba terhadap kondisi dia yang hidup sebatang kara," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved