Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Kecelakaan

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Gugat Perusahaan Pembuat Pesawat Boeinc Co

Keluarga penumpang Sriwijaya Air SJ 182 menggugat Boeinc Co. Pesawat yang mengalami kecelakaan di perairan Kepulauan Seribu itu diduga tidak aman.

kolase wartakotalive/istimewa
Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di perairan Kepulauan Seribu setelah empat menit lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Sabtu (9/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Keluarga penumpang Sriwijaya Air SJ 182 menggugat Boeinc Co. Pesawat yang mengalami kecelakaan di perairan Kepulauan Seribu itu diduga tidak aman.

Mengutip The Guardian, Senin (1/2/2021), gugatan keluarga korban penerbangan Sriwijaya Air itu didaftarkan di pengadilan wilayah Cook County di Illinois, Amerika Serikat, kantor pusat Boeing bertempat.

Gugatan hukum tersebut diwakili kantor hukum Wisner di Illinois.

Berkas gugatan para keluarga korban Sriwijaya Air itu sudah didaftarkan pekan lalu.

Masih dari sumber The Guardian, gugatan tersebut diajukan keluarga tiga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182, di antara 62 orang yang menjadi korban meninggal dunia, pada kecelakaan yang terjadi Sabtu (9/1/2021).

Tim DVI Berhasil Mengidentifikasi 34 Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Berikut Daftar Namanya

Keluarga Histeris Sambut Jenazah Korban Sriwijaya Air Asal Sragen, Diantar via Darat dari Yogyakarta

Jenazah Kapten Afwan Sudah Teridentifikasi, Update Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182

Sebelum Kecelakaan, Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Sempat Tak Terbang 9 Bulan

Dasar gugatan yang digunakan adalah adanya dugaan kondisi pesawat Sriwijaya yang merupakan bikinan Boeing, tidak aman.

Mereka menduga, pesawat Boeing 737-500 yang dioperasikan Sriwijaya Air rusak pada satu atau lebih bagiannya, termasuk kemungkinan kesalahan pada sistem autothrottle, yang mengontrol mesin secara otomatis atau sistem kontrol penerbangan.

Tak hanya itu, adanya kemungkinan korosi pada salah satu katup pembuangan udara mesin diduga juga menjadi salah satu pemicu kecelakaan.

Jika merujuk keterangan penyelidik utama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo, ada masalah autothrottle Boeing 737-500 dilaporkan beberapa hari sebelum penerbangan Sriwijaya Air SJ 182 yang berujung jadi kecelakaan maut itu.

Tapi, menurut Nurcahyo, pesawat tersebut tetap diizinkan terbang dengan sistem autothrottle yang tidak berfungsi dengan spertimbangan pilot dapat mengendalikannya secara manual.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved