Berita Pekalongan

Sungai Ijo di Sampangan Kota Pekalongan Meluap Lagi, 101 Warga Diungsikan di Tiga Titik

Sebanyak 101 orang di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, kembali diungsikan karena rumahnya tergenang banjir, Jumat (29/1/2021) dini hari.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/INDRA DWI PURNOMO
Tim gabungan saat melakukan evakuasi korban banjir di Sampangan, Kota Pekalongan, Jumat (29/1/2021) dini hari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Sebanyak 101 warga Sampangan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, kembali diungsikan karena rumahnya tergenang banjir, Jumat (29/1/2021) dini hari.

Meski begitu, masih banyak warga yang memilih bertahan di rumah masing-masing.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Pekalongan Dimas Arga Yudha.

"Total, ada 101 orang yang mengungsi. Pengungsi berada di tiga lokasi, yaitu di gedung serbaguna eks Kelurahan Sampangan, mako Pemuda Pancasila Kota Pekalongan, dan gedung Yayasan Gotong Royong," kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Pekalongan Dimas Arga Yudha, Jumat pagi.

Bibir Laut Sudah Sampai Depan Rumah, Warga Simonet Kabupaten Pekalongan Tagih Janji Relokasi

Heboh, Ada Sayembara Berhadiah Uang Rp 20 Juta bagi Penemu Motor PCX Putih yang Hilang di Pekalongan

Banjir Luapan Kali Ijo Rendam 4 Desa di Kota Pekalongan, Wastiah Gagal Selamatkan Surat Berharga

Layanan Rapid Test Antigen PT KAI Diperluas, Besok Buka di Stasiun Pekalongan, Lanjut ke Pemalang

Menurutnya, pengungsi di gedung serbaguna eks Kelurahan Sampangan ada 79 orang. Sementara, di mako Pemuda Pancasila ada 18 orang, dan gedung Yayasan Gotong Royong ada 4 orang.

"Itu data dini, sekitar pukul 03.00 WIB. Saat ini, tim masih melakukan asesment data pengungsi lagi," ujarnya.

Dimas mengungkapkan, banjir yang melanda kawasan kota itu dipicu hujan berintensitas tinggi dengan durasi cukup lama.

Akibatnya, Sungai Loji yang melintasi permukiman warga meluap dan menggenangi rumah-rumah.

"Ketinggian air bervariasi, dari 15 cm hingga 80 cm," ungkapnya.

Namun, saat pagi hari, banjir mulai surut.

"Walaupun surut, masih ada pengungsi," tambahnya.

Sementara itu, Andi Sanjaya (30), korban banjir mengatakan, banjir datang setelah Sungai Loji meluap.

"Hujan tidak lama, sebetulnya. Cuma, air kiriman dari wilayah atas (banyak) sehingga banjir," kata Andi.

Tak Punya Uang untuk Judi Togel, Warga Ambal Nekat Curi Kambing. Kecanduan Judi Sejak Remaja

Kepingin Naik Motor, Bocah Kelas 5 SD di Madiun Tiga Kali Curi Motor di Masjid

Pemkab Banyumas Klaim Kasus Covid Januari Turun Tapi Ruangan ICU Tetap Ditambah

Elpiji Tabung 3 Kg di Kudus Langka, Bupati Minta Hiswana Migas Perluas Pasokan ke Daerah Terpencil

Ia menceritakan, kedatangan air cukup cepat sehingga warga tak sempat menyelematkan sejumlah barang.

"Di dalam rumah (saya), ketinggian air sekitar 20 cm. Tapi kalau di luar rumah, mencapai 70 cm," imbuhnya.

Andi mengungkapkan, dalam satu bulan ini, rumahnya sudah tiga kali terendam banjir.

"Banjir yang besar dalam bulan ini, sekitar dua pekan lalu. Ketinggiannya mencapai 50 cm di dalam rumah," ungkapnya.

Saat ini, Kota Pekalongan masih diguyur hujan dengan intensitas tinggi. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved