Breaking News:

Berita Pekalongan

Banjir Luapan Kali Ijo Rendam 4 Desa di Kota Pekalongan, Wastiah Gagal Selamatkan Surat Berharga

Wakil Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid mengatakan, dari hasil pantauan, ada sekitar 500 warga yang mengungsi di sejumlah tempat.

TRIBUNBANYUMAS/INDRA DWI PURNOMO
Warga korban banjir mengungsi di gedung serbaguna di Desa Sampangan, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Selasa (19/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Hujan deras yang mengguyur Kota Pekalongan sejak Senin (18/1/2021) pagi hingga Selasa (19/1/2021) siang ini menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di kota tersebut.

Akibatnya, ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Wakil Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid mengatakan, dari hasil pantauan, ada sekitar 500 warga yang mengungsi di sejumlah tempat.

"Kalau di tempat pengungsian Gedung Serbaguna, Sampangan, Kecamatan Pekalongan Timur, sekitar 111 orang yang mengungsi," kata Aaf, panggilan akrab Wakil Wali Kota Pekalongan, Selasa.

Baca juga: Layanan Rapid Test Antigen PT KAI Diperluas, Besok Buka di Stasiun Pekalongan, Lanjut ke Pemalang

Baca juga: Anak Mantan Kades Srinahan Pekalongan Jadi Korban Laka Sriwijaya Air: Pilot NAM Air, Berangkat Dinas

Baca juga: Springbed Palsu Berisi Kayu dan Kardus Beredar di Pekalongan, Begini Pengakuan Pembuatnya

Baca juga: Viral, Video Wanita Bermasker Curi Perhiasan di Toko Emas di Kota Pekalongan. Begini Modusnya

Menurutnya, banjir menggenangi ribuan rumah warga.

"Data sementara, ada 3.000 rumah warga yang terdampak banjir. Ribuan rumah tersebut menyebar di empat kecamatan yang ada di Kota Pekalongan," imbuhnya.

Banjir di Kota Pekalongan ini disebabkan meluapnya Sungai Kali Loji dan ditambah curah hujan yang tinggi.

"Lokasi paling parah ada di Sampangan, Kebulen, Krapyak, Klego, dan Pesindon," ujarnya.

Sementara itu, Wastiah (55), warga RT 03 RW 09, Kelurahan Sampangan, menceritakan, air mulai masuk ke permukiman warga pada Senin malam.

"Air masuk ke rumah warga sekitar pukul 22.00 WIB. Air cepat banget naiknya. Saya mengungsi ke gedung serbaguna ini pukul 03.00 WIB," kata Wastiah.

Menurutnya, waktu air masuk ke dalam rumah, ketinggianya mencapai perut orang dewasa.

"Banyak surat-surat yang terendam banjir. Saya mau mengevakuasi barang, ada beberapa yang tidak bisa karena air masuknya cepat sekali," ujarnya.

Baca juga: Khawatir Beban Rakyat Bertambah, Komisi D DPRD Jateng Minta Kenaikan Tarif Tol Dibatalkan

Baca juga: Diguyur Hujan Semalaman, 3 Desa dan 1 Kelurahan di Batang Terendam Banjir

Baca juga: Tak Pakai Masker saat Berdagang, 5 Pedagang di Pasar Palur dan Kebakramat Karanganyar Diminta Tutup

Baca juga: Foto Bupati Pati Tak Pakai Masker di Pernikahan Viral, Ini Teguran Ganjar

Ia menambahkan, daerahnya merupakan langganan banjir setiap tahun.

"Tadi, saya pulang ke rumah, air sudah mulai surut tapi sedikit. Harapanya, hujan reda agar banjir cepat surut," tambahnya. (*)

Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved