Berita Pekalongan

Bibir Laut Sudah Sampai Depan Rumah, Warga Simonet Kabupaten Pekalongan Tagih Janji Relokasi

Abrasi di Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah makin parah.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Air pasang masuk ke rumah warga di Dusun Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (25/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Abrasi di Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah makin parah.

Akibat gerusan gelombang, bibir laut kini sudah berada di depan rumah milik warga setempat.

"Semakin ke sini, semakin parah abrasinya, Mas," kata Ketua RT 14 RW 06 Dukuh Simonet, Joyo Kusumo, saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Senin (25/1/2021) malam.

Joyo menceritakan, meluasnya abrasi terjadi setelah banjir rob yang melanda, Juni 2020 tahun lalu. Saat itu, akibat banjir, banyak warga harus mengungsi.

"Waktu itu air pasang tinggi, semua jalan padukuhan dan pemukiman terendam banjir rob. Pascabanjir, abrasi kian mengkhawatirkan," ujarnya.

Baca juga: Heboh, Ada Sayembara Berhadiah Uang Rp 20 Juta bagi Penemu Motor PCX Putih yang Hilang di Pekalongan

Baca juga: Banjir Luapan Kali Ijo Rendam 4 Desa di Kota Pekalongan, Wastiah Gagal Selamatkan Surat Berharga

Baca juga: Springbed Palsu Berisi Kayu dan Kardus Beredar di Pekalongan, Begini Pengakuan Pembuatnya

Baca juga: Resmikan Destinasi Baru, Bupati Pekalongan Asip Promosikan Curug Bendo sebagai Wisata Sehat

Ia mengungkapkan, daratan sudah banyak yang hilang akibat terbawa gelombang laut.

"Dulu, jarak laut dengan rumah sekitar 100-an meter. Sekarang, laut sudah di teras rumah," ungkapnya.

Setidaknya, ada 53 rumah di Dukuh Simonet yang terdampak rob saat air laut pasang.

"Sekitar 250-an warga yang terdampak, jika air laut pasang. Saya bersama warga, sering lek-lek-an (begadang) karena air laut pasang sering terjadi dini hari sampai pagi," imbuhnya.

Saat ini, ada beberapa warga yang masih bertahan di rumahnya walaupun rob sering melanda kawasan tersebut.

"Mau ngontrak dimana, Mas, tidak punya apa-apa jadi bertahan di rumah. Lantai rumah saja tidak pernah kering, terendam air terus," katanya.

Joyo menceritakan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan pernah mengusulkan relokasi kepada warga.

"Sejak bulan Juni 2020 diusulkan tapi hingga sekarang, belum ada kejelasan dari pemerintah. Apabila direlokasi semua, warga siap dan mau, Mas, mengingat keadaan semakin parah," ujarnya.

Baca juga: Sang Istri Teriak Histeris Lihat Suami Menggantung di Dapur, Ini Hasil Pemeriksaan Polres Kebumen

Baca juga: Pesan Gubernur Ganjar Pranowo saat Tinjau Vaksinasi di Kendal: Tolong Bisa Dipercepat Lagi

Baca juga: Saya Tidak Merasakan Apa-apa, Komentar Kapolres Pemalang Seusai Disuntik Vaksin

Baca juga: Bukan Karena Angin Maupun Hujan, Atap Dua Ruang Kelas Ambrol di MTs Al Islam Pare Temanggung

Terpisah, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, terkait abrasi di Dusun Simonet, rencana relokasi ratusan warga masih dimatangkan.

"Tanah relokasi sudah kami siapkan dan kami juga sudah memohon kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PUPR, untuk bisa membangunkan rumah bagi nelayan di sana," kata Bupati Asip.

Asip menambahkan, tahapan yang paling realistis sebagai solusi warga di Dusun Simonet adalah relokasi.

"Untuk waktu relokasi, masih dalam proses," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved