Breaking News:

Berita Banyumas

Terjaring di Sokaraja Banyumas, Agus Balik Kanan saat Diminta Bayar Rp 250 Ribu untuk Tes Antigen

Pada Kamis (21/1/2021), Bupati Banyumas Achmad Husein ikut terjun langsung mengecek hasil rapid test antigen pengendara dari luar daerah.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein merazia pendatang di perbatasan Banyumas-Purbalingga, tepatnya di Desa Jompo Kulon, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, Kamis (21/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Penyekatan pendatang di lima titik perbatasan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilakukan petugas gabungan.

Pada Kamis (21/1/2021), Bupati Banyumas Achmad Husein ikut terjun langsung mengecek hasil rapid test antigen pengendara dari luar daerah.

Razia ini dilakukan di perbatasan Banyumas-Purbalingga, tepatnya di Desa Jompo Kulon, Kecamatan Sokaraja, Banyumas.

Dalam razia itu, bupati menghentikan sejumlah kendaraan yang berasal dari luar Banyumas, kemudian memeriksa apakah pengendara mempunyai surat keterangan hasil rapid test antigen atau tidak.

Kepada pengendara yang tidak membawa surat keterangan rapid antigen, pengendara diarahkan menjalani tes rapid antigen mandiri yang disiapkan Pemkab Banyumas berkerjasama dengan RS swasta.

"Yang tidak bisa menunjukkan, silakan rapid dengan membayar. Kalau tidak mau rapid antigen, silakan putar balik," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Makin Ketat, Mulai Hari Ini Masuk Banyumas Wajib Tunjukkan Hasil Negatif Rapid Antigen

Baca juga: Kebijakan Terbaru Bupati Achmad Husein: Masuk Banyumas Wajib Tunjukkan Hasil Rapid Test Antigen

Baca juga: Sopir dan Kernet Jasa Logistik Harus Bayar Rapid Antigen Keluar Masuk Banyumas, Aptrindo Keberatan

Baca juga: Sidang Kasus Pasien Dicovidkan di Banyumas Digelar di PN Purwokerto, Keluarga Gugat 3 Pihak

Bukan hanya di Sokaraja, razia serupa juga digelar di empat titik, yakni Pekuncen, Lumbir, Tambak, dan Somagede.

Penyekatan di daera perbatasan ini akan berlangsung sampai PPKM Banyumas berakhir, yaitu 24 Januari 2021.

Seorang warga asal Malang, Agus Handoko, mengaku tinggal sementara di Purwokerto lantaran mengerjakan proyek di wilayah tersebut.

"Saya sudah berada di Purwokerto sejak Oktober tahun lalu. Ini kebetulan lagi keluar Banyumas, belum ada persiapan," terangnya.

Dia pun mengaku keberatan jika harus membayar rapid test antigen.

Ketika dimintai bayar Rp 250 ribu, dia memilih balik arah. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: KABAR DUKA, Mantan Pemain dan Pelatih PSIS Semarang C Soetadi Tutup Usia

Baca juga: 5 Berita Populer: Masuk Banyumas Wajib Rapid Test Antigen-Penusukan Karyawan Minimarket di Colomadu

Baca juga: 4 Tempat Karaoke di Bawah Flyover Tanjung Mas Semarang Ludes, Warga Lihat Api dari Belakang Kios

Baca juga: Berjaga dalam Kondisi Hamil 7 Bulan, Pegawai Minimarket di Colomadu Karanganyar Tiba-tiba Diserang

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved