Berita Purbalingga

Jadi Korban Bencana Tanah Gerak, 40 Warga Banjaran Purbalingga Terima Bantuan Paket Sembako

Sebanyak 40 paket bahan pokok diberikan kepada warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Banjaran, Purbalingga, Jumat.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Warga Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, antre menerima bantuan bahan pokok karena terdampak bencana tanah bergerak di Balai Desa Banjaran, Jumat (15/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Sebanyak 40 paket bahan pokok diberikan kepada warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga.

Sembako diserahkan secara simbolis melalui Kepala Desa Banjaran Muhamad Ichmun di balai desa, kepada warga terdampak.

"Total, ada 40 rumah yang terdampak tapi yang paling parah itu ada sekitar enam rumah," ujar Ichmun kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: 40 Rumah di Purbalingga Terancam Ambruk akibat Pergerakan Tanah di Permukiman

Baca juga: Kaji Tanah Bergerak di Banjaran Purbalingga, Bupati Tiwi Minta BPBD Gandeng Tim Geologi Jateng

Baca juga: Selama PPKM, Pedagang Hewan Luar Daerah Dilarang Berjualan di Purbalingga

Baca juga: Pemkab Purbalingga Alokasikan Dana Rp 68 Miliar untuk Perbaikan Jalan, Ini Ruas yang Bakal Ditangani

Kepala Desa Banjaran menceritakan, pergerakan tanah di permukiman terjadi pada Rabu (13/1/2021), sekitar pukul 16.00 WIB.

Rumah warga yang terdampak tanah bergerak ada di dua RT, yakni RT 17 dan RT 19 di RW 10, Desa Banjaran.

Menurutnya, pergerakan tanah masih kerap terjadi. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat setempat berhati-hati.

"Kami akan gotong royong memperbaiki bersama warga, sambil menunggu hasil kajian dari tim geologi," terangnya.

Bukan hanya akan mendatangkan tim geologi, Pemkab Purbalingga juga memberikan bantuan logistik berupa bahan pokok bagi warga terdampak.

Tanah gerak memang sering terjadi di wilayah Banjaran, utamanya ketika hujan dalam waktu lama.

Sejumlah warga juga sudah melaporkan retakan, baik di dinding maupun lantai rumah.

Bukan hanya rumah, jalan milik kabupaten yang melalui desa setempat juga patah di sejumlah titik sehingga menyulitkan pengendara melintasi, terutama sepeda motor.

Baca juga: Korem 074 Warastrama Solo Bangun Rumah Sakit Lapangan Covid-19 di Benteng Vastenburg, Ini Alasannya

Baca juga: Setelah Divaksin Covid-19, Nakes Kota Semarang Lebih Percaya Diri Layani Masyarakat

Baca juga: Khawatir Tergerus Sungai, Petugas PT KAI Pantau 24 Jam/Hari Kondisi Jembatan Rel Tunggal di Brebes

Baca juga: Tim SAR Temukan Korban Selamat Tertimpa Bangunan Gempa Majene Sulbar, Evakuasi Terkendala Alat Berat

Retakan bertambah parah setelah diguyur hujan lebat dan gempa bumi yang kamarin sempat mengguncang Purbalingga.

Sedikitnya, ada 40-an rumah yang terdampak tanah bergerak.

"Kami langsung survei ke beberapa rumah, ada yang cukup parah ada yang kerusakan ringan," kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved